Israel Setujui Pembangunan Permukiman Baru di Golan, Dinamai 'Trump Heights'

Senin, 15 Juni 2020 - 15:17 WIB
loading...
Israel Setujui Pembangunan...
Pemerintah Israel dilaporkan telah menyetujui rencana pembangunan pemukiman Yahudi baru di Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Pemerintah Israel dilaporkan telah menyetujui rencana pembangunan pemukiman Yahudi baru di Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Nama Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan dijadikan nama pemukiman tersebut.

Menteri Permukiman Israel, Tzipi Hotovely menulis di laman Facebooknya, seperti dilansir Al Arabiya, bahwa kementeriannya akan memulai persiapan untuk Ramat Trump, bahasa Ibrani untuk "Trump Heights", yang dapat menampung hingga 300 keluarga.

( Baca juga: Pakar: Berakhirnya Perjanjian Oslo akan Rugikan Israel dan Palestina )

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam perang Timur Tengah 1967 dan mencaploknya pada 1981. Sebagian besar komunitas internasional menganggap langkah itu dan permukiman Israel di wilayah itu, ilegal berdasarkan hukum internasional.

Seperti diketahui, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengakui dataran strategis sebagai wilayah Israel pada Maret 2019. Langkah itu dilakukan saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan ke Washington.

( Baca juga: Pesawat Tempur BAE Hawk 209 TNI AU Jatuh di Kampar Riau )

Keputusan itu, hanya satu dari beberapa langkah diplomatik yang diambil oleh Trump yang menguntungkan Israel, mendapat sambutan luas dari publik Tel Aviv.

Juni tahun lalu, Netanyahu mengadakan rapat kabinet di dusun kecil Qela di Dataran Tinggi Golan, untuk pemungutan suara penamaan ulang desa itu sebagai tanda penghargaan atas pengakuan Trump atas kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan.( Baca juga: 1.055 WNI di Luar Negeri Positif COVID-19, 675 Dinyatakan Sembuh )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved