Tegas, Singapura Negara ASEAN Pertama yang Jatuhkan Sanksi pada Rusia
Senin, 28 Februari 2022 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
"Namun, akan ada saat-saat ketika kita harus mempertaruhkan pendirian, bahkan jika itu bertentangan dengan satu atau lebih kekuatan, berdasarkan prinsip, seperti yang kita lakukan sekarang," paparnya.
Balakrishnan mengatakan Singapura "jarang bertindak" untuk menjatuhkan sanksi pada negara lain, tanpa adanya keputusan atau arahan Dewan Keamanan PBB yang mengikat.
"Namun, mengingat serangan Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Ukraina dan veto yang mengejutkan oleh Rusia atas rancangan Resolusi Dewan Keamanan [PBB], Singapura bermaksud untuk bertindak bersama dengan banyak negara lain yang berpikiran sama untuk menjatuhkan sanksi dan pembatasan yang sesuai terhadap Rusia," kata Balakrishnan.
Balakrishnan juga mencatat bahwa Singapura adalah salah satu dari 82 co-sponsor Resolusi Dewan Keamanan PBB baru-baru ini untuk mengutuk agresi Rusia terhadap Ukraina.
Pada akhirnya, resolusi itu tidak disahkan, karena Rusia yang merupakan aggota tetap DK PBB, memvetonya.
Tiga anggota lainnya, China, India, dan Uni Emirat Arab memilih abstain. Sedangkan sedangkan 11 dari 15 anggota lainnya mendukung resolusi.
Dia mencatat bahwa Majelis Umum PBB akan memperdebatkan resolusi serupa pada hari Senin.
Balakrishnan mengatakan Singapura "jarang bertindak" untuk menjatuhkan sanksi pada negara lain, tanpa adanya keputusan atau arahan Dewan Keamanan PBB yang mengikat.
"Namun, mengingat serangan Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Ukraina dan veto yang mengejutkan oleh Rusia atas rancangan Resolusi Dewan Keamanan [PBB], Singapura bermaksud untuk bertindak bersama dengan banyak negara lain yang berpikiran sama untuk menjatuhkan sanksi dan pembatasan yang sesuai terhadap Rusia," kata Balakrishnan.
Balakrishnan juga mencatat bahwa Singapura adalah salah satu dari 82 co-sponsor Resolusi Dewan Keamanan PBB baru-baru ini untuk mengutuk agresi Rusia terhadap Ukraina.
Pada akhirnya, resolusi itu tidak disahkan, karena Rusia yang merupakan aggota tetap DK PBB, memvetonya.
Tiga anggota lainnya, China, India, dan Uni Emirat Arab memilih abstain. Sedangkan sedangkan 11 dari 15 anggota lainnya mendukung resolusi.
Dia mencatat bahwa Majelis Umum PBB akan memperdebatkan resolusi serupa pada hari Senin.
Lihat Juga :