Gelombang Serangan Rusia Sasar Depot Bahan Bakar dan Lapangan Udara
Minggu, 27 Februari 2022 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu kantor Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan ledakan lain terjadi di bandara sipil Zhuliany. Kantor kepresidenan Ukraina juga mengatakan pasukan Rusia meledakkan pipa gas di Kharkiv, kota terbesar kedua di negara itu, mendorong pemerintah untuk memperingatkan orang-orang untuk melindungi diri mereka dari asap dengan menutupi jendela mereka dengan kain lembab atau kain kasa.
Baca juga: Imbas Serangan Rudal Rusia, Koneksi Internet di Ukraina Terganggu
“Kami akan berjuang selama diperlukan untuk membebaskan negara kami,” Presiden Zelensky bersumpah seperti dikutip dari AP.
Pria, wanita, dan anak-anak yang ketakutan mencari keselamatan di dalam dan di bawah tanah, dan pemerintah memberlakukan jam malam 39 jam untuk mencegah orang keluar ke jalanan. Lebih dari 150.000 warga Ukraina melarikan diri ke Polandia, Moldova dan negara-negara tetangga lainnya. PBB memperingatkan jumlah itu bisa bertambah menjadi 4 juta jika pertempuran meningkat.
Presiden Rusia Vladimir Putin belum mengungkapkan rencana utamanya, tetapi para pejabat Barat yakin dia bertekad untuk menggulingkan pemerintah Ukraina dan menggantinya dengan rezimnya sendiri, menggambar ulang peta Eropa dan menghidupkan kembali pengaruh Moskow seperti era Perang Dingin.
Jam malam memaksa semua orang di Kiev untuk bertahan di dalam rumah hingga Senin pagi. Keheningan ibu kota yang relatif tenang secara sporadis dirusak oleh tembakan.
Baca juga: Invasi Rusia Sulit Dibendung, Biden Setujui Rp5 Triliun Bantuan Militer ke Ukraina
Pertempuran di pinggiran kota menunjukkan bahwa unit-unit kecil Rusia berusaha membuka jalan bagi pasukan utama. Kelompok-kelompok kecil tentara Rusia dilaporkan berada di dalam Kiev, tetapi Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengatakan sebagian besar pasukan berada 30 kilometer dari pusat kota pada Sabtu sore.
Baca juga: Imbas Serangan Rudal Rusia, Koneksi Internet di Ukraina Terganggu
“Kami akan berjuang selama diperlukan untuk membebaskan negara kami,” Presiden Zelensky bersumpah seperti dikutip dari AP.
Pria, wanita, dan anak-anak yang ketakutan mencari keselamatan di dalam dan di bawah tanah, dan pemerintah memberlakukan jam malam 39 jam untuk mencegah orang keluar ke jalanan. Lebih dari 150.000 warga Ukraina melarikan diri ke Polandia, Moldova dan negara-negara tetangga lainnya. PBB memperingatkan jumlah itu bisa bertambah menjadi 4 juta jika pertempuran meningkat.
Presiden Rusia Vladimir Putin belum mengungkapkan rencana utamanya, tetapi para pejabat Barat yakin dia bertekad untuk menggulingkan pemerintah Ukraina dan menggantinya dengan rezimnya sendiri, menggambar ulang peta Eropa dan menghidupkan kembali pengaruh Moskow seperti era Perang Dingin.
Jam malam memaksa semua orang di Kiev untuk bertahan di dalam rumah hingga Senin pagi. Keheningan ibu kota yang relatif tenang secara sporadis dirusak oleh tembakan.
Baca juga: Invasi Rusia Sulit Dibendung, Biden Setujui Rp5 Triliun Bantuan Militer ke Ukraina
Pertempuran di pinggiran kota menunjukkan bahwa unit-unit kecil Rusia berusaha membuka jalan bagi pasukan utama. Kelompok-kelompok kecil tentara Rusia dilaporkan berada di dalam Kiev, tetapi Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengatakan sebagian besar pasukan berada 30 kilometer dari pusat kota pada Sabtu sore.
Lihat Juga :