Minoritas Muslim Dituduh Teroris, Hilangnya Jejak Adzan di Singapura
Sabtu, 26 Februari 2022 - 06:45 WIB
loading...
Masjid Sultan di Singapura. Foto/hotels.com
A
A
A
SINGAPURA - Hilangnya jejak adzan di Singapura bisa dibilang berawal setelah serangan di gedung World Trade Centre (WTC) Amerika Serikat (AS) pada 11 November 2001.
Amerika Serikat kemudian menggelar kampanye perang melawan teror di berbagai penjuru dunia, termasuk menggulingkan pemerintahan Taliban di Afghanistan.
Saat itu kampanye perang melawan teror yang diusung AS semakin menyudutkan umat Islam. Media Barat juga turut mengaitkan gerakan teror dengan Islam.
Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Pimpin Perang dari Persembunyian di Kiev
Bagi umat Islam di Singapura yang minoritas, tuduhan tersebut terasa berat karena mereka hidup di sebuah negara sekuler yang selama ini dikenal sebagai negara sekutu Amerika-Israel yang selalu berpandangan negatif terhadap Islam.
Amerika Serikat kemudian menggelar kampanye perang melawan teror di berbagai penjuru dunia, termasuk menggulingkan pemerintahan Taliban di Afghanistan.
Saat itu kampanye perang melawan teror yang diusung AS semakin menyudutkan umat Islam. Media Barat juga turut mengaitkan gerakan teror dengan Islam.
Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Pimpin Perang dari Persembunyian di Kiev
Bagi umat Islam di Singapura yang minoritas, tuduhan tersebut terasa berat karena mereka hidup di sebuah negara sekuler yang selama ini dikenal sebagai negara sekutu Amerika-Israel yang selalu berpandangan negatif terhadap Islam.
Lihat Juga :