Pasukan Khusus Rusia Menembus Ibu Kota Ukraina, Presiden Zelensky Sembunyi Takut Diculik

Jum'at, 25 Februari 2022 - 19:20 WIB
loading...
Pasukan Khusus Rusia...
Ukraina menyatakan pasukan khusus Rusia sudah menembus ibu kota nasional, Kiev. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersembunyi karena takut diculik pasukan Rusia. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Pasukan khusus Rusia sudah menembus Ibu Kota Ukraina , Kiev, dalam invasi hari kedua, Jumat (25/2/2022). Presiden Volodymyr Zelensky yang merasa jadi target nomor satu sekarang bersembunyi karena takut diculik pasukan Moskow.

Pertempuran sengit sedang berlangsung di jalan-jalan Kiev, di mana tembakan terdengar di dekat gedung parlemen ibu kota.

Penduduk Kiev telah didesak untuk membuat bom bensin dan mengangkat senjata melawan pasukan invasi.

Pasukan Rusia sebelumnya telah merebut Chernobyl, lokasi bencana nuklir terburuk di dunia. Hari ini dilaporkan ada tingkat radiasi yang meningkat di daerah tersebut.

Baca juga: Ukraina Sendirian Hadapi Serangan Rusia, Mengapa AS dan NATO Hanya Menonton?

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan dalam pidato video bahwa kota Kiev telah dimasuki oleh pasukan Rusia.

"Kami memiliki informasi bahwa kelompok sabotase musuh telah memasuki Kiev," katanya.

"Oleh karena itu, saya mendesak warga Kiev untuk berhati-hati dan mengikuti aturan jam malam."

Para pejabat Ukraina mengatakan sejumlah pasukan Rusia menyita dua truk tentara Kiev dan mengenakan seragam pasukan Kiev untuk melancarkan serangan ke ibu kota. Namun, semua pasukan yang menyamar itu telah tewas dalam pertempuran.

Kementerian Pertahanan Ukraina men-tweet sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat bahwa operator Kremlin memang sudah berada di ibu kota nasional; Kiev.

Kementerian itu meminta penduduk setempat untuk mempersenjatai diri dengan bom molotov untuk membantu militer dalam pertempuran melawan Rusia.

Sementara itu, penasihat kepala administrasi kepresidenan Ukraina, Mikhail Podolyak, mengatakan Rusia bertujuan untuk "menghancurkan" kepemimpinan negara Ukraina.

Menurut Podolyak, Presiden Volodymyr Zelensky saat ini bersembunyi karena khawatir dia akan diculik pasukan Rusia.

"Skenario dasar dari operasi khusus Rusia sudah jelas. Satu-satunya tujuan adalah untuk memasuki Kiev dan menghancurkan kepemimpinan Ukraina, secara pribadi Volodymyr Zelensky," ujarnya, seperti dikutip The Mirror.

"Zelensky tetap di Kiev, dia harus menunjukkan apa arti ketahanan rakyat Ukraina."

Zelensky sebelumnya juga mengonfirmasi bahwa pasukan khusus Rusia telah memasuki Kiev dan berencana untuk menculiknya serta merebut kekuasaan.

Dalam pernyataan video dari tempat persembunyiannya, pemimpin itu mengatakan dia dan keluarganya berada dalam bahaya besar saat "kelompok sabotase" Kremlin bergerak ke ibu kota sejak semalam.

“Menurut informasi kami, musuh menandai saya sebagai target nomor satu, keluarga saya sebagai target nomor dua,” kata presiden.

“Mereka ingin menghancurkan Ukraina secara politik dengan menghancurkan kepala negara. Kami memiliki informasi bahwa kelompok sabotase musuh telah memasuki Kiev.”

Zelensky mengeklaim bahwa dia masih di Kiev. “Saya tinggal di lingkungan pemerintah bersama dengan yang lain,” katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
Profil Emmanuel Macron,...
Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved