Viral, Wanita Ukraina Sendirian Memaki Para Tentara Bersenjata Rusia
Jum'at, 25 Februari 2022 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Wajib militer dan tentara cadangan di semua wilayah akan dipanggil, dengan keputusan ditetapkan untuk berlangsung selama 90 hari.
Zelenskyy memerintahkan Staf Umum untuk menentukan berapa banyak prajurit yang akan dipanggil dan dalam urutan apa.
Pada hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Ukraina, memerintahkan ratusan tentara melintasi perbatasan.
Puluhan kematian dan ratusan cedera telah dilaporkan, dengan ledakan terdengar di setidaknya lima kota, termasuk Kharkiv dan Ibu Kota Ukraina; Kiev.
Rusia kini telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl yang terkenal, memberi mereka akses ke rute tercepat dari Rusia ke Kiev.
Namun, pasukan Ukraina bertekad untuk melawan pasukan Rusia, di mana Presiden Zelenskyy mendesak orang untuk melawan invasi.
“Kami akan memberikan senjata kepada siapa saja yang ingin membela negara. Bersiaplah untuk mendukung Ukraina di alun-alun kota kami,” katanya dalam sebuah posting Twitter.
"Kami akan mencabut sanksi terhadap semua warga Ukraina yang siap membela negara kami sebagai bagian dari pertahanan teritorial dengan senjata di tangan."
Zelenskyy mengumumkan darurat militer kemarin tepat sebelum Rusia memulai serangannya.
Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksiy Reznikov, menindaklanjuti seruan ini dengan mendesak siapa pun yang ingin membela Ukraina untuk segera mendaftar di militer.
"Satu-satunya hal yang diperlukan untuk mendaftar ke pasukan pertahanan negara adalah paspor Ukraina," kata Reznikov.
“Musuh menyerang, tetapi tentara kita tidak bisa dihancurkan,” katanya. "Ukraina bergerak ke mode pertahanan habis-habisan."
Zelenskyy memerintahkan Staf Umum untuk menentukan berapa banyak prajurit yang akan dipanggil dan dalam urutan apa.
Pada hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Ukraina, memerintahkan ratusan tentara melintasi perbatasan.
Puluhan kematian dan ratusan cedera telah dilaporkan, dengan ledakan terdengar di setidaknya lima kota, termasuk Kharkiv dan Ibu Kota Ukraina; Kiev.
Rusia kini telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl yang terkenal, memberi mereka akses ke rute tercepat dari Rusia ke Kiev.
Namun, pasukan Ukraina bertekad untuk melawan pasukan Rusia, di mana Presiden Zelenskyy mendesak orang untuk melawan invasi.
“Kami akan memberikan senjata kepada siapa saja yang ingin membela negara. Bersiaplah untuk mendukung Ukraina di alun-alun kota kami,” katanya dalam sebuah posting Twitter.
"Kami akan mencabut sanksi terhadap semua warga Ukraina yang siap membela negara kami sebagai bagian dari pertahanan teritorial dengan senjata di tangan."
Zelenskyy mengumumkan darurat militer kemarin tepat sebelum Rusia memulai serangannya.
Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksiy Reznikov, menindaklanjuti seruan ini dengan mendesak siapa pun yang ingin membela Ukraina untuk segera mendaftar di militer.
"Satu-satunya hal yang diperlukan untuk mendaftar ke pasukan pertahanan negara adalah paspor Ukraina," kata Reznikov.
“Musuh menyerang, tetapi tentara kita tidak bisa dihancurkan,” katanya. "Ukraina bergerak ke mode pertahanan habis-habisan."
Lihat Juga :