Ukraina Sendirian Hadapi Serangan Rusia, Mengapa AS dan NATO Hanya Menonton?

Jum'at, 25 Februari 2022 - 14:49 WIB
loading...
A A A
Terlepas dari perang yang sedang berlangsung dan meningkatnya korban, NATO tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina, melainkan memperkuat sayap timurnya sendiri.

“Kami tidak memiliki rencana [untuk mengerahkan] pasukan NATO ke Ukraina,” kata Stoltenberg pada konferensi pers hari Kamis. "Kami telah meningkatkan dan kami meningkatkan kehadiran pasukan NATO di bagian timur aliansi pada wilayah NATO.”

Beberapa jam setelah NATO mengumumkan rencananya, Presiden AS Joe Biden juga menegaskan dia tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina.

AS memiliki sekitar 90.000 tentara yang sudah ditempatkan di Eropa, yang sebagian besar berbasis di Jerman, dan akan mengerahkan 7.000 tentara tambahan ke Jerman minggu ini.

“Jika [Presiden Rusia Vladimir Putin] pindah ke negara-negara NATO, kami akan terlibat,” kata Biden. "Kabar baiknya adalah NATO lebih bersatu dan lebih bertekad dari sebelumnya.”

Beberapa negara tetangga Ukraina yang merupakan pecahan Uni Soviet telah bergabung dengan NATO dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi konflik yang semakin dalam antara Ukraina dan Rusia telah memperumit keinginan Ukraina sendiri untuk dimasukkan dalam aliansi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
AS Mengganas, Hantam...
AS Mengganas, Hantam Iran Bertubi-tubi Bidik Bunker Senjata
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!
Rekomendasi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved