AS Batalkan Pertemuan Diplomatik dengan Rusia
Rabu, 23 Februari 2022 - 05:58 WIB
loading...
AS telah membatalkan pertemuan antara Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan mitranya dari Rusia Sergey Lavrov, yang direncanakan pada hari Kamis esok di Jenewa, Swiss. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah membatalkan pertemuan antara Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan mitranya dari Rusia Sergey Lavrov, yang direncanakan pada hari Kamis esok di Jenewa, Swiss. AS mengutip apa yang dikatakannya sebagai "invasi" Rusia ke Ukraina melalui pengakuan atas dua wilayah pemberontak.
“Sekarang kita melihat invasi dimulai dan Rusia telah memperjelas penolakannya terhadap diplomasi, tidak masuk akal untuk melanjutkan pertemuan itu saat ini,” kata Blinken, dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Ukraina, Dmitry Kuleba, di Foggy Bottom seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (23/2/2022).
Rusia telah mengusulkan pertemuan Lavrov-Blinken pada Rabu lalu, dan AS menerimanya pada hari Jumat, di mana waktu dan tanggal ditetapkan. Namun, Departemen Luar Negeri AS menetapkan syarat menerima pertemuan tersebut yaitu Rusia tidak "menyerang" Ukraina sesuatu yang sekarangan dikatakan AS telah terjadi.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin mengakui wilayah Donetsk dan Lugansk di Ukraina yang memisahkan diri sebagai republik merdeka, menuduh Kiev menolak untuk memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian Minsk, khususnya memberikan otonomi kepada kedua wilayah tersebut.
“Sekarang kita melihat invasi dimulai dan Rusia telah memperjelas penolakannya terhadap diplomasi, tidak masuk akal untuk melanjutkan pertemuan itu saat ini,” kata Blinken, dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Ukraina, Dmitry Kuleba, di Foggy Bottom seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (23/2/2022).
Rusia telah mengusulkan pertemuan Lavrov-Blinken pada Rabu lalu, dan AS menerimanya pada hari Jumat, di mana waktu dan tanggal ditetapkan. Namun, Departemen Luar Negeri AS menetapkan syarat menerima pertemuan tersebut yaitu Rusia tidak "menyerang" Ukraina sesuatu yang sekarangan dikatakan AS telah terjadi.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin mengakui wilayah Donetsk dan Lugansk di Ukraina yang memisahkan diri sebagai republik merdeka, menuduh Kiev menolak untuk memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian Minsk, khususnya memberikan otonomi kepada kedua wilayah tersebut.
Lihat Juga :