Australia Tuntut Investigasi Penuh soal Bidikan Laser Kapal Perang China

Senin, 21 Februari 2022 - 10:42 WIB
loading...
Australia Tuntut Investigasi...
Perdana Menteri Australia Scott Morrison menuntut investigasi penuh oleh China soal insiden bidikan laser kapal perang Beijing terhadap pesawat militer Canberra. Foto/REUTERS
A A A
SYDNEY - Australia menuntut China melakukan investigasi penuh soal insiden pembidikan laser oleh kapal perang Beijing terhadap pesawat militer Canberra.

Hal itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison pada Senin (21/2/2022).

Menurutnya, Canberra belum menerima penjelasan dari Beijing atas insiden pada Kamis lalu, yang dianggap oleh Australia sebagai tindakan berbahaya dan sembrono.

Kementerian Pertahanan Pemerintah Morrison mengatakan kapal perang Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-N) China berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Australia ketika membidikkan laser ke pesawat militer Australia yang terbang di atas, menerangi pesawat dan berpotensi membahayakan nyawa.

Baca juga: Dalih Kapal China Bidikkan Laser: Pesawat Militer Australia Bertindak Berbahaya

P-8A Poseidon—sebuah pesawat patroli maritim—mendeteksi laser yang berasal dari kapal perang PLA-N. Kementerian itu telah merilis foto-foto dua kapal China yang berlayar di dekat pantai utara Australia.

Keduanya, yakni kapal perusak peluru kendali dan kapal transportasi amfibi, sedang berlayar ke timur melalui Laut Arafura antara New Guinea dan Australia pada saat kejadian. Mereka lantas melewati Selat Torres yang sempit.

“Mungkin orang bahkan bisa melihat kapal [China] dari daratan kami,” kata Morrison kepada wartawan di Tasmania.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Berita Terkini
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved