Situasi Menegangkan, Ukraina Ancam Lepaskan Status Negara Non-nuklir
Minggu, 20 Februari 2022 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
"Hari ini Ukraina akan melakukannya untuk keempat kalinya," katanya, menekankan bahwa dia telah memerintahkan Menteri Luar Negerinya Dmitry Kuleba untuk meminta konsultasi tetapi itu akan menjadi upaya terakhir dari pihak Ukraina.
Baca juga: Ukraina Serahkan 5.000 Senjata Nuklir 30 Tahun Lalu, Sekarang Menyesal
"Jika itu tidak terjadi atau tidak ada keputusan konkret mengenai jaminan keamanan untuk negara kami, Ukraina berhak untuk percaya bahwa Memorandum Budapest tidak berfungsi dan semua keputusan paket tahun 1994 telah dipertanyakan," ucap Zelensky.
Pemimpin Ukraina itu menggarisbawahi bahwa “kecaman kolektif” oleh sekutu Barat sejauh ini belum berubah menjadi “tindakan kolektif.”
Menjawab pertanyaan setelah pidato, Zelensky mengatakan bahwa dia tidak setuju dengan "pemimpin satu negara besar" tentang masalah sanksi potensial terhadap Rusia.
“Kami tidak membutuhkan sanksi ketika kami sudah ditembaki, ketika perbatasan hilang, ketika negara kami sudah diduduki. Apa manfaat sanksi ini bagi kita setelahnya?” ia menjelaskan ketidakpuasannya dengan pernyataan koleganya itu.
Baca juga: Ukraina Serahkan 5.000 Senjata Nuklir 30 Tahun Lalu, Sekarang Menyesal
"Jika itu tidak terjadi atau tidak ada keputusan konkret mengenai jaminan keamanan untuk negara kami, Ukraina berhak untuk percaya bahwa Memorandum Budapest tidak berfungsi dan semua keputusan paket tahun 1994 telah dipertanyakan," ucap Zelensky.
Pemimpin Ukraina itu menggarisbawahi bahwa “kecaman kolektif” oleh sekutu Barat sejauh ini belum berubah menjadi “tindakan kolektif.”
Menjawab pertanyaan setelah pidato, Zelensky mengatakan bahwa dia tidak setuju dengan "pemimpin satu negara besar" tentang masalah sanksi potensial terhadap Rusia.
“Kami tidak membutuhkan sanksi ketika kami sudah ditembaki, ketika perbatasan hilang, ketika negara kami sudah diduduki. Apa manfaat sanksi ini bagi kita setelahnya?” ia menjelaskan ketidakpuasannya dengan pernyataan koleganya itu.
Lihat Juga :