Citra Satelit Terbaru Masih Tunjukkan Aktivitas Militer Rusia Dekat Ukraina
Jum'at, 18 Februari 2022 - 08:16 WIB
loading...
A
A
A
Rusia terus bersikeras bahwa invasi itu bukan niatnya dan tuduhan semacam itu adalah bagian dari propaganda barat.
Namun kepala pertahanan NATO percaya Rusia sekarang memiliki pasukan yang cukup di sekitar Ukraina untuk melakukan invasi jika Presiden Putin memberikan perintah.
Skala, besaran, dan konfigurasi penempatan Rusia di dekat perbatasan Ukraina belum pernah terjadi sebelumnya, misalnya, unit pertahanan udara yang didatangkan dari ribuan mil jauhnya di timur Siberia.
Di bawah kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin, militer Rusia telah mengalami transformasi dramatis dari hari-hari kelam tahun 1990-an setelah runtuhnya Uni Soviet.
Dua hal telah terjadi yang membuat militer Rusia menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan siapa pun.
Pertama, sejumlah besar uang negara telah diinvestasikan untuk memodernisasi dan meningkatkan pasukan, peralatan, senjata, dunia maya, dan logistik dari versi terbaru serangan siber hingga reorganisasi unit tempur menjadi “Kelompok Batalyon Taktis” yang kompak dengan sekitar 800 tentara yang didukung tank, artileri dan senjata lainnya.
Kedua, komandan dan perencana Rusia telah menghabiskan tujuh tahun terakhir untuk mendapatkan pengalaman tempur yang berharga di Suriah dan Ukraina timur.
Senjata mereka telah diuji di medan perang dan komandan Rusia telah belajar dari berbagai kesalahan sebelumnya.
Secara bersama-sama, analis barat percaya Moskow dapat, jika mau, mempertahankan kehadiran militer yang cukup besar dan mengancam di sekitar perbatasan Ukraina selama beberapa pekan, jika tidak berbulan-bulan, yang akan datang.
Namun kepala pertahanan NATO percaya Rusia sekarang memiliki pasukan yang cukup di sekitar Ukraina untuk melakukan invasi jika Presiden Putin memberikan perintah.
Skala, besaran, dan konfigurasi penempatan Rusia di dekat perbatasan Ukraina belum pernah terjadi sebelumnya, misalnya, unit pertahanan udara yang didatangkan dari ribuan mil jauhnya di timur Siberia.
Di bawah kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin, militer Rusia telah mengalami transformasi dramatis dari hari-hari kelam tahun 1990-an setelah runtuhnya Uni Soviet.
Dua hal telah terjadi yang membuat militer Rusia menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan siapa pun.
Pertama, sejumlah besar uang negara telah diinvestasikan untuk memodernisasi dan meningkatkan pasukan, peralatan, senjata, dunia maya, dan logistik dari versi terbaru serangan siber hingga reorganisasi unit tempur menjadi “Kelompok Batalyon Taktis” yang kompak dengan sekitar 800 tentara yang didukung tank, artileri dan senjata lainnya.
Kedua, komandan dan perencana Rusia telah menghabiskan tujuh tahun terakhir untuk mendapatkan pengalaman tempur yang berharga di Suriah dan Ukraina timur.
Senjata mereka telah diuji di medan perang dan komandan Rusia telah belajar dari berbagai kesalahan sebelumnya.
Secara bersama-sama, analis barat percaya Moskow dapat, jika mau, mempertahankan kehadiran militer yang cukup besar dan mengancam di sekitar perbatasan Ukraina selama beberapa pekan, jika tidak berbulan-bulan, yang akan datang.
(sya)
Lihat Juga :