Sangkal Rusia Tarik Pasukan, Ukraina: Kami Tak Takut Invasi Musuh!

Kamis, 17 Februari 2022 - 10:20 WIB
loading...
Sangkal Rusia Tarik...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan negaranya tidak takut pada invasi Rusia dan bersumpah akan gigih melawannya. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyangkal klaim Rusia telah menarik pasukannya dari perbatasan. Dia juga bersumpah untuk melawan invasi musuh.

Pemimpin Ukraina dan NATO kompak menyatakan bahwa mereka tidak melihat tanda-tanda Rusia telah menarik pasukannya.

Komentar Zelensky disampaikan setelah dia menyaksikan pasukan Ukraina berlatih dengan beberapa senjata anti-tank baru yang dipasok Barat di dekat Rivne, sebelah barat ibu kota nasional; Kiev.

Dia kemudian melakukan perjalanan ke kota pelabuhan garis depan Mariupol, dan memberikan pidato untuk menandai apa yang dia nyatakan sebagai “Hari Persatuan” Ukraina.

Baca juga: Bukan Lawan Sebanding, Rusia Bisa Lenyapkan AU Ukraina dalam 3 Hari

Dia mengenakan mantel hijau zaitun bergaya militer dan bersumpah untuk melawan invasi musuh.

“Kami tidak takut pada prediksi (invasi Rusia), kami tidak takut pada siapa pun, pada musuh mana pun,” kata Zelensky, seperti dikutip AFP, Kamis (17/2/2022). “Kami akan membela diri.”

Unjuk kekuatan senjata dan retorika Ukraina kontras dengan gambar di media pemerintah Rusia yang menunjukkan pasukan Moskow mengakhiri latihan besar di Crimea, wilayah yang sebelumnya bagian dari Ukraina.

Tetapi Zelensky menyangkal bahwa gambar di media Rusia itu sebagai tanda mundurnya pasukan Moskow.

“Kami melihat rotasi kecil. Saya tidak akan menyebut rotasi ini sebagai penarikan pasukan oleh Rusia. Kami tidak bisa mengatakan itu," katanya dalam komentar yang disiarkan televisi. "Kami tidak melihat perubahan."

Di Rivne, rudal menghantam sasaran dan kendaraan lapis baja bermanuver dan menembaki lahan yang menguning. Sedangkan di Kiev, ratusan warga sipil berbaris di sebuah stadion dengan spanduk nasional yang sangat besar.

Pertunjukan "Hari Persatuan" terjadi ketika Kremlin menyerukan negosiasi serius dengan Washington, dan para pemimpin Eropa mendorong keras untuk resolusi diplomatik atas krisis tersebut.

Tetapi Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, yang menjadi tuan rumah pertemuan para menteri pertahanan aliansi di Brussels, menolak anggapan bahwa ancaman di perbatasan Rusia-Ukraina telah berkurang.

Dia mengatakan aliansi NATO akan menopang pertahanan timurnya dengan pengerahan pasukan di depan negara-negara anggota yang berbatasan dengan Ukraina.

“Moskow telah memperjelas bahwa mereka siap untuk menentang prinsip-prinsip dasar yang telah menopang keamanan kami selama beberapa dekade dan melakukannya dengan menggunakan kekuatan,” katanya.

“Saya menyesal mengatakan bahwa ini adalah normal baru di Eropa.”

Tentang pergerakan pasukan Rusia yang dilaporkan, dia berkata: “Sejauh ini kami tidak melihat tanda-tanda de-eskalasi di lapangan; tidak ada penarikan pasukan atau peralatan."

“Rusia mempertahankan kekuatan invasi besar-besaran yang siap menyerang dengan kemampuan kelas atas dari Crimea hingga Belarusia," ujarnya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson setuju, dengan mengatakan saat ini hanya ada sedikit bukti bahwa Rusia melepaskan diri dari penumpukan militernya.

Johnson dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sepakat selama panggilan telepon pada hari Rabu bahwa setiap invasi Rusia akan memiliki konsekuensi bencana dan meluas.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved