Jet Tempur Rusia Pepet Pesawat Patroli AS di Laut Mediterania

Kamis, 17 Februari 2022 - 04:16 WIB
loading...
Jet Tempur Rusia Pepet...
Pesawat patroli maritim P-8 Poseidon AS. Foto/airlinegeeks
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengatakan pesawat patroli maritimnya dicegat secara tidak profesional oleh jet tempur Rusia saat terbang di wilayah udara internasional di atas Laut Mediterania pada pekan lalu.

Sebuah sumber yang mengetahui langsung laporan itu mengatakan kepada CNN bahwa jet-jet tempur Rusia berada dalam jarak "sangat dekat" dengan pesawat patroli maritim P-8 Angkatan Laut AS. Namun sumber itu tidak merinci seberapa dekat jet tempur Rusia itu atau di mana insiden itu terjadi. Namun sumber itu menggambarkan insiden itu sebagai tindakan "tidak aman dan tidak profesional."

Terkait hal ini Direktur Operasi Pers Pertahanan Pentagon Kapten Mike Kafka mengatakan: "Kami telah menyampaikan kekhawatiran kami kepada pejabat Rusia melalui saluran diplomatik," seperti dilansir dari CNN, Kamis (17/2/2022).



Laporan awal menunjukkan ada pertemuan tambahan berikutnya setelah insiden itu antara jet AS dan Rusia.

Beberapa pejabat mengindikasikan ada video yang menunjukkan kejadian tersebut. Tetapi pemerintahan Biden belum secara terbuka mengakui rincian apa pun di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia karena pasukannya berada di perbatasan dengan Ukraina.

Insidenantara pesawat AS dan Rusia di atas Laut Mediterania, meskipun ratusan mil jauhnya dari Ukraina, hanya menambah sensitivitas situasi.

Baca juga: Meski Isu Invasi Rusia Gagal Total, AS Punya Teori Baru Plot Kudeta Ukraina

Bukan hal yang aneh bagi pesawat Rusia untuk mendekati pesawat militer AS tetapi sebagian besar interaksi dianggap aman dan profesional.

"Meskipun tidak ada yang terluka, interaksi seperti ini dapat mengakibatkan salah perhitungan dan kesalahan yang mengarah pada hasil yang lebih berbahaya," kata Kafka.

CNN juga telah melaporkan bahwa pesawat militer AS mengawal sebuah pesawat kargo Rusia dan pesawat tempur melintasi zona pengecualian udara di Suriah timur pada hari Selasa ketika Rusia gagal memberikan pemberitahuan awal yang sesuai tentang penerbangan mereka, menurut pejabat AS lainnya.

Baca juga: Kocaknya Prediksi AS soal Ukraina-Rusia: Perang, Tidak, Perang, Tidak....

Pejabat AS terus mengatakan pertemuan dekat dan tak terduga ini berisiko salah perhitungan yang dapat menyebabkan insiden militer.

"AS akan terus beroperasi dengan aman, profesional, dan konsisten dengan hukum internasional di perairan dan wilayah udara internasional," tambah Kafka.

"Kami berharap Rusia melakukan hal yang sama," pungkasnya.

Baca juga: Intelijen AS: Invasi Rusia ke Ukraina Akan Dimulai Rabu Pukul 03.00 Pagi
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved