Konsumsi Kokain Oplosan, 17 Orang Tewas, 56 Lainnya Dilarikan ke RS

Kamis, 03 Februari 2022 - 09:35 WIB
loading...
Konsumsi Kokain Oplosan,...
Para petugas menyita kokain oplosan yang telah menewaskan belasan orang di Argentina. Foto/via Globe Echo
A A A
BUENOS AIRES - Sebanyak 17 orang tewas dan 56 lainnya dilarikan ke rumah sakit (RS) di pinggiran Buenos Aires, Argentina, setelah mengonsumsi kokain oplosan.

Pihak berwenang mengatakan kokain itu telah dicampur dengan zat beracun, yang kemungkinan adalah opioid.

Para pejabat mengatakan mereka bekerja cepat untuk menentukan dengan apa kokain itu dicampur, tetapi memperingatkan mereka yang telah membeli narkoba itu selama 24 jam terakhir agar membuangnya.

Sergio Berni, kepala keamanan provinsi Buenos Aires, mengatakan kepada stasiun televisi setempat bahwa otoritas Telefe berusaha menemukan zat beracun itu untuk menghilangkannya dari peredaran.

Baca juga: Kisah El Chapo Jadi Pecandu Seks di Penjara: Tiduri Wanita Sebanyak Mungkin

Sekitar 10 orang ditangkap setelah polisi menggerebek sebuah rumah di lingkungan miskin Tres de Febrero di mana mereka yakin kokain itu dijual.

Paket kokain yang mirip dengan yang dijelaskan oleh keluarga korban disita.

Narkoba tersebut dibawa ke laboratorium di La Plata, ibu kota provinsi Buenos Aires, untuk dianalisis.

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan mendesak kemarin pagi setelah tiga rumah sakit terpisah melaporkan beberapa kematian dan kasus keracunan serius. Kemudian pada hari itu, delapan rumah sakit merawat pasien.

Beberapa dari mereka yang dirawat mengatakan kepada dokter bahwa mereka telah menggunakan kokain bersama-sama.

Laporan awal mengatakan para korban mengalami kejang-kejang dan serangan jantung mendadak.

Otoritas kesehatan mengatakan setidaknya empat korban adalah pria berusia antara 32 hingga 45 tahun.

“Ada bahan utama yang menyerang sistem saraf pusat,” kata Berni, seperti dikutip AFP, Kamis (3/2/2022).

Kantornya mengatakan pada sore hari bahwa layanan darurat melaporkan pasien baru dalam kondisi kritis dibawa ke rumah sakit.

"Setiap pengedar yang membeli kokain mengoplosnya. Beberapa melakukannya dengan zat tidak beracun seperti pati. Yang lain memasukkan halusinogen ke dalamnya, dan jika tidak ada bentuk kontrol, hal semacam ini terjadi," kata Berni.

Dia mengatakan bahwa pada kesempatan ini, bagaimanapun, narkoba itu dioplos dengan zat berbahaya sebagai bagian dari perang antara pengedar narkoba."

Jaksa Penuntut Umum San Martin, Marcelo Lapargo, mengatakan kepada Radio Mitre bahwa perhatian utama pihak berwenang adalah untuk dapat berkomunikasi. "Sehingga mereka yang memiliki racun ini tahu bahwa mereka tidak boleh mengonsumsinya," katanya.

Penyelidik khawatir jumlah korban bisa meningkat, dengan beberapa orang yang membeli kokain tidak dapat mencapai pusat perawatan tepat waktu.

Lapargo mengatakan bahwa kasus ini benar-benar luar biasa. Dia juga mengatakan bahwa gagasan pertempuran antara pengedar narkoba adalah dugaan pada saat ini.

Polisi sempat bentrok dengan sejumlah warga di salah satu bagian Tres de Febrero yang memprotes penangkapan pemuda setempat dalam penggerebekan narkoba.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Mantan Jubir Presiden...
Mantan Jubir Presiden Ukraina: Dugaan Zelensky Konsumsi Kokain Itu Rahasia Umum
Bagaimana Pasukan Khusus...
Bagaimana Pasukan Khusus Meksiko Membunuh Gembong Kartel El Mencho?
Ada Jejak CIA dalam...
Ada Jejak CIA dalam Pembunuhan Gembong Narkoba Meksiko El Mencho
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved