Terungkap, Israel Pernah Coba Bunuh Soleimani pada 2018

Sabtu, 29 Januari 2022 - 22:46 WIB
loading...
Terungkap, Israel Pernah...
Terungkap, Israel pernah mencoba bunuh Jenderal Iran Qasem Soleimani pada 2018. Foto/Ilustrasi
A A A
TEL AVIV - Tentara Israel meluncurkan operasi skala besar pada 2018 untuk membunuh jenderal Iran Qasem Soleimani , tetapi tidak berhasil. Hal itu diungkapkan mantan Kepala Staf militer Israel Gadi Eisenkot dalam sebuah wawancara dengan media Israel Maariv.

Dikatakan oleh Eisenkot bahwa Israel mencoba membunuh komandan Iran itu dalam 'Operation House of Cards', ketika 100 situs Iran di Suriah menjadi sasaran, menyusul penembakan roket di Dataran Tinggi Golan.

"Kami memutuskan bahwa jika dia berada di pusat komando atau ruang operasi atau di suatu tempat di daerah itu, kami akan membawanya keluar. Dan kami mendapat persetujuan untuk itu. Tapi kami tidak bisa menutup lingkaran padanya," tutur Eisenkot kepada Maariv yang dinukil Al Araby, Sabtu (29/1/2022).

Sejumlah target Iran di Suriah terkena serangan itu tetapi Soleimani selamat.

Baca juga: Balas Dendam, Iran Rilis Video Animasi Serangan Drone di Kediaman Trump

Soleimani sendiri kemudian tewas terbunuh pada tahun 2020 dalam serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) di Baghdad atas perintah langsung presiden saat itu, Donald Trump.

Selama perang di Suriah, Israel sering menargetkan pejuang Iran di negara itu, dalam upaya untuk mencegah musuh lamanya itu membangun kehadiran permanen di perbatasan selatan Suriah dengan Israel.

Eisenkot juga mengungkapkan dalam wawancaranya, bahwa militer Israel tidak diberitahu tentang niat AS untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

"Hanya Yossi Cohen, Ron Dermer dan Benjamin Netanyahu yang menangani masalah meninggalkan kesepakatan nuklir ini. Tidak ada yang berbicara dengan badan keamanan," aku Eisenkot.

Baca juga: Iran Sanksi 52 Orang AS atas Pembunuhan Soleimani, Ini Reaksi Amerika

Mantan pejabat militer Israel itu mengatakan bahwa dia terkejut ketika pengumuman itu dibuat, dan banyak dari rencananya yang gagal karenanya.

"Kemudian, di tengah-tengah itu semua, keluar dari kesepakatan. Dan kita kaget dengan keluarnya itu. Ini hal yang tidak kita persiapkan," katanya.

Eisenkot menggambarkan keputusan AS untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran sebagai "kesalahan strategis" sembari menambahkan meskipun kesepakatan itu bukan solusi yang sempurna, itu berhasil memperlambat kemajuan nuklir Iran.

"Iran terkejut selama beberapa bulan, mereka tidak mulai memperkaya uranium dalam enam bulan pertama, hanya setelah saya tidak lagi menjadi kepala staf, pada 2019. Mereka memiliki legitimasi atas pelanggaran karena penarikan AS," katanya.

Baca juga: Balas Pembunuhan Soleimani, Iran Sanksi Petinggi Militer AS

Eisenkot mengungkapkan bahwa dia tidak pernah mengadakan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang kemungkinan penarikan AS, juga tidak berkonsultasi tentang "Kesepakatan Abad Ini", yang diusulkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump tidak berhasil.

Menyusul berakhirnya kesepakatan nuklir, Iran telah meningkatkan tingkat pengayaan di fasilitas nuklirnya.

Israel dilaporkan telah melakukan sejumlah operasi rahasia, yang menargetkan fasilitas nuklir Iran dan ilmuwan Iran.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Comeback Dramatis, Korea...
Comeback Dramatis, Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved