AS: Konflik dengan Rusia Bukan Tak Terelakkan, Masih Ada Waktu Diplomasi

Sabtu, 29 Januari 2022 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Duta Besar dari Norwegia, yang saat ini menjabat sebagai presiden bergilir di Dewan Keamanan PBB, mengkonfirmasi pada Jumat bahwa pertemuan tentang Ukraina akan diadakan.

Menteri Luar Negeri Rusia Lavrov duduk dengan kepala empat stasiun radio utama Rusia pada Jumat pagi untuk membahas isu-isu internasional yang mendesak, termasuk eskalasi ketegangan antara Moskow dan Barat atas Ukraina.

Dia menekankan ketegangan tidak akan menjadi perang jika Rusia memiliki kekuatan untuk memutuskan, tetapi dia memperingatkan bahwa Moskow tidak akan membiarkan AS dan semua sekutunya "mengabaikan kepentingan kita juga."

Lavrov berpendapat proposal keamanan Rusia yang dikirim ke AS dan NATO pada pertengahan Desember dan Moskow menerima tanggapan tertulis resmi pada Rabu, bukanlah tidak masuk akal, tetapi keinginan Rusia "diperlakukan dengan jujur" dan adil serta agar masalah keamanannya diperhitungkan.

Berdasarkan proposal ini, Rusia dan NATO diminta menahan diri dari mengerahkan pasukan, sistem rudal, pesawat terbang dan kapal perang di daerah di mana mereka dapat dilihat sebagai ancaman bagi pihak lain, dan blok Barat akan menghentikan rencana ekspansi ke timur dan upaya menggabungkan Ukraina, Georgia dan bekas republik Soviet lainnya ke NATO.

Isi tanggapan AS dan NATO belum dipublikasikan, tetapi pejabat AS dan Kepala NATO Jens Stoltenberg telah mengindikasikan kebijakan “pintu terbuka” blok itu tidak akan dirundingkan.

Washington dan sekutunya telah menghabiskan waktu berbulan-bulan mengklaim Rusia telah mengumpulkan "100.000 tentara" di perbatasan Ukraina dalam persiapan untuk invasi.

Moskow telah membantah klaim ini, dan menuduh Barat menggunakan "ancaman invasi" sebagai dalih menopang kehadiran militernya di Eropa Timur.

Dalam perkembangan yang tidak biasa yang tidak terlihat sejak kudeta pro-Barat di Kiev pada 2014, bahkan pemerintah Ukraina baru-baru ini mulai mengkritik pejabat dan media Barat karena ketakutan mereka terhadap Rusia, dengan pejabat pemerintah dan keamanan menekankan mereka tidak melihat bukti adanya ancaman Rusia yang "segera" dan berargumen Moskow akan membutuhkan dua, tiga atau bahkan empat kali lebih banyak pasukan untuk "menyerang".

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved