AS: Konflik dengan Rusia Bukan Tak Terelakkan, Masih Ada Waktu Diplomasi

Sabtu, 29 Januari 2022 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Kepala Pentagon menyarankan "Tuan Putin" masih memiliki waktu untuk "melakukan hal yang benar."

"Tidak ada alasan bahwa situasi ini harus berubah menjadi konflik. Dia dapat memilih mengurangi ketegangan. Dia dapat memerintahkan pasukannya pergi. Dia dapat memilih dialog dan diplomasi. Apa pun yang dia putuskan, Amerika Serikat akan mendukung sekutu dan mitra kami," tutur dia.

Austin tidak merinci ke mana Putin harus "memerintahkan pasukannya", mengingat mereka sudah beroperasi di dalam wilayah Rusia.

Sebelumnya pada hari itu, seorang pejabat senior pemerintah yang tidak disebutkan namanya mengatakan Amerika Serikat menyambut pernyataan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov bahwa Rusia tidak menginginkan perang, tetapi perlu "melihatnya didukung oleh tindakan cepat."

“Saya akan mengatakan pada komentar menteri luar negeri Rusia mulai pagi ini, saya akan mengatakan kami menyambut komentarnya bahwa Rusia tidak menginginkan perang dan kami akan menyambut jawaban dari pemerintah Rusia atas prinsip-prinsip yang telah kami tetapkan untuk mereka, tetapi ini perlu didukung dengan tindakan. Sementara kami menyambut pesan itu, kami perlu melihatnya didukung oleh tindakan cepat," ungkap pejabat anonim itu pada Jumat.

“Pertemuan Dewan Keamanan PBB yang akan datang membahas Ukraina pada Senin akan menjadi kesempatan bagi Rusia untuk menjelaskan apa yang dilakukannya," papar pejabat itu.

Dia menyatakan, “Ini akan menjadi kesempatan yang jelas bagi Moskow untuk mengungkapkan apakah mereka melihat jalan untuk diplomasi atau tertarik untuk mengejar konflik."

"Kami juga akan siap menyerukan disinformasi dan taktik pengalihan yang mungkin digunakan Rusia termasuk klaim mereka bahwa Ukraina memprovokasi konflik dan NATO yang harus disalahkan atas ketegangan ini," ujar pejabat itu.

Sebelumnya, Wakil Tetap Rusia untuk PBB Dmitri Polyansky mengecam seruan Washington untuk pertemuan Dewan Keamanan membahas Ukraina sebagai "aksi Public Relation" yang "memalukan".

“Saya tidak dapat mengingat kesempatan lain ketika seorang anggota Dewan Keamanan mengusulkan untuk membahas tuduhan dan asumsinya sendiri yang tidak berdasar sebagai ancaman terhadap tatanan internasional dari orang lain. Semoga sesama anggota DK PBB tidak akan mendukung aksi PR yang jelas ini memalukan bagi reputasi Dewan Keamanan PBB," tweet Polyansky.

Pada Kamis, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengumumkan, “Washington menyerukan pertemuan terbuka Dewan Keamanan untuk membahas masalah yang sangat penting bagi perdamaian dan keamanan internasional terkait dengan perilaku mengancam Rusia terhadap Ukraina dan peningkatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina dan di Belarusia."

Selain penumpukan pasukan, Thomas-Greenfield menuduh Moskow terlibat dalam tindakan destabilisasi lainnya yang ditujukan ke Ukraina, yang merupakan ancaman nyata bagi perdamaian dan keamanan internasional dan Piagam PBB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved