Pengamat: Perang Udara, Rusia Lebih Superior dari Ukraina

Rabu, 26 Januari 2022 - 23:21 WIB
loading...
A A A
“Masalahnya adalah bahwa Rusia dapat mendorong melalui garis di mana mereka terlemah karena superioritas udara dan superioritas informasi, memotong Ukraina dari mengetahui di mana Rusia maju,” imbuhnya.

"Dengan melarang mereka melalui udara, Rusia dapat memilih pertarungan mereka dan memusatkan kekuatan superior di mana mereka dibutuhkan pada saat dibutuhkan dan kemudian mundur atau menjauh," tuturnya.

Foreign Policy melaporkan Ukraina membutuhkan bantuan dalam segala hal mulai dari radar hingga rudal anti-pesawat hingga komando dan kontrol. Negara itu juga perlu mengoordinasikan pertahanan udara untuk mendiskriminasi target dan mendapatkan rudal pertahanan pantai baru.

Baca juga: Rusia Ungkap Fakta Ukraina Dibanjiri Senjata AS dan NATO

Ancaman dari udara yang ditimbulkan oleh Rusia cukup besar, terutama mengingat bahwa jika terjadi kemajuan, kemungkinan akan menggerakkan baterai pertahanan udara S-400, menciptakan zona larangan terbang bagi kekuatan udara Ukraina.

"Rusia dapat menggunakan rudal untuk melumpuhkan landasan pacu Ukraina, bandara, dan pesawat tempur di darat," Jim Townsend, mantan wakil asisten menteri pertahanan untuk Eropa dan NATO, mengatakan kepada Foreign Policy.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Comeback Dramatis, Korea...
Comeback Dramatis, Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Berita Terkini
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved