Rusia: Ukraina Kumpulkan Pasukan di Jalur Kontak Donbass, Siap Menyerang!

Senin, 24 Januari 2022 - 20:50 WIB
loading...
Rusia: Ukraina Kumpulkan...
Pejuang Republik Rakyat Donetsk (DPR) mengawasi di posisi garis depan yang memisahkan wilayah yang dikontrol tentara Ukraina di kota Donetsk, 19 November 2021. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Ketegangan di sekitar Ukraina meningkat ketika NATO menempatkan pasukannya dalam keadaan siaga tinggi dan tuduhan media Barat bahwa Rusia siap "menginvasi" Ukraina.

Moskow membantah tuduhan itu dan menegaskan hak kedaulatannya mengerahkan pasukan di dalam wilayahnya sendiri saat ekspansi NATO sedang berlangsung ke arah timur.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan penumpukan besar pasukan Ukraina di jalur kontak Donbass menunjukkan Kiev sedang mempersiapkan serangan.

Baca juga: Inggris Mulai Tarik Staf dari Kedubes di Ukraina, Perang di Depan Mata?

"Memang, pihak berwenang Ukraina memusatkan sejumlah besar pasukan dan peralatan di perbatasan dengan republik-republik yang memproklamirkan diri di jalur kontak. Memang, sifat konsentrasi ini menunjuk pada persiapan untuk operasi ofensif, dan, memang, ada ancaman seperti itu sekarang," tegas Peskov pada Senin (24/1/2022).

Baca juga: Kunjungan Mewah Taliban ke Norwegia Dianggap Hamburkan Dana Rp11 Miliar

Dia mengatakan dalam kasus ini, Moskow ingin melihat negara-negara NATO mendesak Kiev untuk tidak memikirkan kemungkinan penyelesaian militer di Ukraina.

Baca juga: Waswas Diserang Rusia, AS Perintahkan Keluarga Diplomatnya Tinggalkan Ukraina

Menurut Peskov, pengiriman setiap unit senjata ke Ukraina menginspirasi Kiev untuk memulai operasi militer di Donbass.

"Ancaman provokasi dari Kiev di Donbass sekarang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari sebelumnya," papar juru bicara Kremlin.

Dmitry Peskov juga menunjukkan histeria informasi di Barat, bukan Rusia, yang harus disalahkan atas meningkatnya ketegangan di sekitar Ukraina.

Dia didukung Denis Pushilin, Ketua Republik Rakyat Donetsk (DPR) yang memproklamirkan diri di Ukraina Timur, yang mengatakan sebelumnya pada Senin, bahwa Kiev memindahkan artileri dan tank ke jalur kontak Donbass.

“Sifat tindakan yang diambil Ukraina (menunjukkan bahwa) ini adalah persiapan untuk serangan. Saya berbicara tentang fakta bahwa peralatan dibawa (ke jalur kontak), kru tank sedang dipersiapkan, dan kru artileri dan tank terkonsentrasi di tempat penempatan di mana mereka ditugaskan," papar Pushilin kepada penyiar Rossiya 1.

Pushilin menambahkan Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan kemerdekaan di Donetsk "dalam siaga tinggi karena apa pun dapat dilakukan Kiev."

Dia berbicara ketika NATO mengumumkan menempatkan pasukannya dalam keadaan siaga dan mengirim lebih banyak kapal dan jet tempur ke lokasi penempatan aliansi di Eropa Timur.

Langkah itu menurut NATO disebabkan oleh "peningkatan militer Rusia yang konon terus berlanjut di dalam dan sekitar Ukraina."

Pengerahan itu terungkap di tengah tuduhan pejabat Barat dan media bahwa Rusia mengumpulkan pasukan di perbatasan dengan Ukraina, seolah-olah dalam persiapan untuk "invasi".

Rusia menolak tuduhan itu, menekankan bahwa mereka dapat memindahkan pasukan di wilayahnya sendiri atas kebijakannya sendiri, terutama di tengah ekspansi NATO yang terus berlanjut ke arah timur.

Moskow juga menuduh Barat secara artifisial meningkatkan ketegangan dan mungkin menghasut Ukraina mencoba menyelesaikan konflik di wilayah Donbass timur secara paksa.

Dalam upaya meredakan ketegangan, Kementerian Luar Negeri Rusia menerbitkan proposal jaminan keamanan pada pertengahan Desember yang mendesak AS dan NATO untuk menghentikan ekspansi blok itu ke arah timur.

Rusia mengusulkan sejumlah tindakan, termasuk pembatasan yang mengikat secara hukum pada pengerahan pasukan, sistem rudal, pesawat terbang, dan kapal perang di daerah di mana mereka dapat dianggap sebagai ancaman bagi pihak lain.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved