Menteri Israel Sebut Belum Ada Kesepahaman Soal Aneksasi Tepi Barat dengan AS

Kamis, 11 Juni 2020 - 20:14 WIB
loading...
Menteri Israel Sebut...
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu belum sepakat dengan AS dan mitra koalisi utamanya di pemerintahan Israel atas rencana aneksasi Tepi Barat. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu belum menjembatani kesenjangan dengan Amerika Serikat (AS) dan mitra koalisi utamanya di pemerintahan Israel atas rencana aneksasi Tepi Barat, Palestina. Hal itu disampaikan Menteri Urusan Pemukiman Israel, Tzipi Hotovely.

Pernyataan Hotovely menunjukkan kesulitan yang bisa dihadapi Netanyahu dalam mengimplementasikan langkah di wilayah pendudukan itu. Pemerintah Israel awalnya dijadwalkan untuk menjalankan rencananya pada tanggal 1 Juli mendatang.

"Ada kesenjangan antara Amerika dan kami dalam masalah ini dan antara kami dan mitra senior kami dalam pemerintah persatuan, Biru dan Putih," kata Hotovely, seperti dilansir Reuters pada Kamis (11/6/2020).

Dia merujuk pada partai sentris yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz yang telah menyerukan dialog internasional yang luas tentang masalah ini.

Hotovely menyebut belum ada peta yang disepakati dalam hal ini. "Belum ada peta yang disetujui. Peta itu harus disetujui oleh bagian dari pemerintah (Israel) dan oleh pihak Amerika," ujarnya.

Seorang pejabat AS mengatakan krisis Covid-19 telah mempersulit semua anggota komite pemetaan untuk bersidang. Sebagian besar negara melihat pemukiman Israel di tanah Palestina yang diduduki sebagai ilegal.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved