Kapal Perang China Hendak Tembaki Kapal Filipina di Laut China Selatan
Kamis, 23 April 2020 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
"Direktur pengontrol senjata ini dapat digunakan untuk menunjuk dan melacak target dan membuat semua senjata utama siap ditembakkan dalam waktu satu detik," katanya, seperti dikutip Inquirer.net.
Meskipun, menurut Joint Task Force West (Satuan Tugas Gabungan Barat), kapal BRP Conrado Yap tidak memiliki sarana elektronik yang dikenal sebagai ESM untuk mengonfirmasi bahwa direktur pengontrolan senjata kapal China sedang menyiapkan senjata untuk membidik dan menembaki kapal Angkatan Laut Filipina, identifikasi visual menegaskan niat bermusuhan tersebut.
Angkatan Laut Filipina sebelumnya telah menandai BRP Conrado Yap sebagai kapal perang paling kuat yang dimilikinya hingga saat ini.
BRP Conrado Yap adalah korvet kelas Pohang yang disumbangkan oleh Korea Selatan. Kapal ini memasuki layanan Angkatan Laut Filipina pada tahun lalu.
Pada insiden di Laut Filipina Barat, kapal-kapal China dan Filipina melanjutkan pelayaran mereka masing-masing setelah pertemuan itu. Komando Barat Filipina sudah melaporkan kejadian itu kepada otoritas yang lebih tinggi.
"Tindakan bermusuhan dari pihak pemerintah China dan perambahan di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina ini dianggap sebagai pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan kedaulatan Filipina," kata Medina.
Meskipun, menurut Joint Task Force West (Satuan Tugas Gabungan Barat), kapal BRP Conrado Yap tidak memiliki sarana elektronik yang dikenal sebagai ESM untuk mengonfirmasi bahwa direktur pengontrolan senjata kapal China sedang menyiapkan senjata untuk membidik dan menembaki kapal Angkatan Laut Filipina, identifikasi visual menegaskan niat bermusuhan tersebut.
Angkatan Laut Filipina sebelumnya telah menandai BRP Conrado Yap sebagai kapal perang paling kuat yang dimilikinya hingga saat ini.
BRP Conrado Yap adalah korvet kelas Pohang yang disumbangkan oleh Korea Selatan. Kapal ini memasuki layanan Angkatan Laut Filipina pada tahun lalu.
Pada insiden di Laut Filipina Barat, kapal-kapal China dan Filipina melanjutkan pelayaran mereka masing-masing setelah pertemuan itu. Komando Barat Filipina sudah melaporkan kejadian itu kepada otoritas yang lebih tinggi.
"Tindakan bermusuhan dari pihak pemerintah China dan perambahan di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina ini dianggap sebagai pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan kedaulatan Filipina," kata Medina.
Lihat Juga :