Aturan Unik di Rusia Selatan: Dilarang Tertawa pada Upacara Pernikahan

Sabtu, 22 Januari 2022 - 13:00 WIB
loading...
Aturan Unik di Rusia...
Aturan unik di Rusia Selatan: Dilarang Tertawa pada Upacara Pernikahan. FOTO/Red Kalinka
A A A
MOSKOW - Hari pernikahan dianggap sebagai salah satu hari paling bahagia dalam hidup seseorang. Karenanya, wajar jika di hari itu banyak terdengar tawa bahagia.

Namun, di wilayah Rostov, Rusia selatan, pihak berwenang telah melarang orang yang hadir untuk tertawa pada upacara pernikahan sipil. Keputusan baru, yang mulai berlaku pada hari Senin, juga melarang minum alkohol dan menata ulang perabotan di kantor catatan nikah.

Baca: 3 Alasan Hubungan Cancer dan Taurus Berujung Pernikahan

Seperti dilaporkan The Moscow Times, Selasa (18/1/2022), aturan ini juga menetapkan bahwa upacara pernikahan sipil harus diadakan di aula upacara pada waktu dan tanggal yang telah diatur sebelumnya — tidak lebih dari 40 menit — dengan bendera dan lambang Rusia hadir.

Selain tertawa, percakapan keras dan seruan juga dilarang secara eksplisit. Semua yang hadir juga dilarang mengenakan sepatu dan pakaian luar yang kotor atau membawa tas dan ransel besar.

“Ya, pernikahan adalah kesempatan yang menyenangkan, tetapi Anda tidak boleh terbawa suasana. Dibolehkan untuk tersenyum, tetapi tidak ada yang lucu dalam upacara itu — ini adalah acara yang khusyuk dan lembut,” Olga Isaenko, yang mengepalai kantor pendaftaran wilayah Rostov.

Baca: Janda Muda di Sukabumi Meningkat, 734 Perceraian Didominasi Pernikahan Seumur Jagung

Ia mengatakan kepada tabloid Komsomolskaya Pravda, bahwa pembatasan seperti itu selalu ada secara informal. Makan, minum alkohol, merokok, berjalan-jalan di sekitar aula pernikahan, dan memindahkan perabot serta rangkaian bunga melengkapi daftar prosedur perkawinan, sekarang dilarang di kawasan itu.

Namun, fotografi, videografi, dan iringan musik tetap diperbolehkan. Isaenko mengatakan bahwa tidak ada hukuman formal untuk pelanggaran keputusan tersebut, tetapi kasus-kasus ekstrem seperti mengganggu upacara saat mabuk dapat mengakibatkan penuntutan.

Keputusan regional bukanlah upaya pertama untuk menahan tawa di Rusia. Pada 2019, pihak berwenang di republik Ingushetia Kaukasus Utara berusaha menindak tawa keras dengan kampanye PSA pada 2019.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Berita Terkini
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved