Inggris Tangkap 2 Pria Terkait Penyanderaan di Sinagoga AS
Kamis, 20 Januari 2022 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Pelaku diidentifikasi oleh FBI sebagai warga negara Inggris bernama Malik Faisal Akram (44). Ia berasal dari Blackburn, Lancashire Inggris, sekitar 20 mil barat laut Manchester.
Motif penyanderaan itu masih diselidiki. Dalam sebuah pernyataan, FBI mengatakan bahwa insiden itu adalah terorisme, di mana komunitas Yahudi menjadi sasaran, dan sedang diselidiki oleh Satuan Tugas Terorisme Gabungan.
Selama negosiasi dengan pihak berwenang, Akram berulang kali berbicara tentang seorang terpidana teroris yang menjalani hukuman penjara 86 tahun di Amerika Serikat atas tuduhan terorisme.
Beberapa sumber penegak hukum mengatakan bahwa penyandera menuntut pembebasan Aafia Siddiqui , yang dipenjara di Pangkalan Angkatan Udara Carswell dekat Fort Worth, sekitar 16 mil barat daya Colleyville.
Baca juga: Penyandera Sinagoga Texas Bernama Malik Faisal, AS Anggap Aksi Teror
Siddiqui, yang diduga memiliki hubungan dengan al-Qaida, dijatuhi hukuman 86 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas penyerangan serta percobaan pembunuhan terhadap seorang tentara Amerika pada tahun 2010.
Motif penyanderaan itu masih diselidiki. Dalam sebuah pernyataan, FBI mengatakan bahwa insiden itu adalah terorisme, di mana komunitas Yahudi menjadi sasaran, dan sedang diselidiki oleh Satuan Tugas Terorisme Gabungan.
Selama negosiasi dengan pihak berwenang, Akram berulang kali berbicara tentang seorang terpidana teroris yang menjalani hukuman penjara 86 tahun di Amerika Serikat atas tuduhan terorisme.
Beberapa sumber penegak hukum mengatakan bahwa penyandera menuntut pembebasan Aafia Siddiqui , yang dipenjara di Pangkalan Angkatan Udara Carswell dekat Fort Worth, sekitar 16 mil barat daya Colleyville.
Baca juga: Penyandera Sinagoga Texas Bernama Malik Faisal, AS Anggap Aksi Teror
Siddiqui, yang diduga memiliki hubungan dengan al-Qaida, dijatuhi hukuman 86 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas penyerangan serta percobaan pembunuhan terhadap seorang tentara Amerika pada tahun 2010.
Lihat Juga :