Koalisi Saudi Gempur Yaman Habis-habisan setelah Houthi Serang Abu Dhabi

Selasa, 18 Januari 2022 - 06:44 WIB
loading...
Koalisi Saudi Gempur...
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang Sanaa, Yaman, pada 24 Desember 2021. Foto/REUTERS
A A A
SANAA - Gerakan Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan yang melanda ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi, pada Senin (17/1/2022).

Sejumlah ledakan itu termasuk di dekat depot perusahaan minyak ADNOC, serta bandara kota.

“Pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi mulai membom ibu kota Yaman Sanaa sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan Houthi di UEA,” ungkap laporan Sky News Arabia pada Selasa pagi (18/1/2022).

Baca juga: Ledakan 3 Kapal Tanker Tewaskan 3 Orang di Abu Dhabi

Menurut pernyataan dari koalisi, “Serangan udara dimulai sebagai tanggapan terhadap ancaman dan kebutuhan militer." Serangan itu dikatakan menargetkan "pemimpin teroris."

Baca juga: Kemlu RI Tak Tahu Soal Kabar Kunjungan Pejabat Indonesia ke Israel

"Angkatan udara koalisi sedang melakukan operasi sepanjang waktu di langit di atas Sanaa. Kami mendesak warga sipil untuk menjauh dari kamp militer dan pertemuan Houthi untuk keselamatan mereka," papar pernyataan itu.

Serangan pesawat F-15 dikatakan telah menghancurkan dua peluncur rudal balistik yang digunakan pada Senin (17/1/2022) untuk menyerang wilayah UEA."

Al-Masirah, saluran TV Yaman yang dimiliki pemberontak Houthi, melaporkan empat orang tewas dan lima terluka akibat serangan koalisi Arab.

Gerakan Houthi mengkonfirmasi telah melakukan serangan dengan drone ranjau di bandara di Abu Dhabi dan Dubai.

Tak hanya itu, Houthi mengancam serangan baru terhadap objek strategis penting di UEA.

Menurut juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Sare'e, lima rudal balistik dan sejumlah besar drone digunakan untuk melakukan serangan itu.

Menurut polisi, tiga tangki bahan bakar yang terkena drone meledak di dekat depot bahan bakar Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC).

Ledakan lain membakar area bandara Abu Dhabi. Tiga orang tewas akibat serangan itu, termasuk satu warga negara Pakistan dan dua warga negara India, serta enam orang terluka.

Tak lama setelah serangan itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) UEA Abdullah Bin Zayed meminta Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengembalikan status Houthi sebagai organisasi teroris, Axios melaporkan.

Presiden AS Joe Biden yang menghapus gerakan itu dari daftar Organisasi Teroris Asing (FTO) AS tahun lalu, berpendapat penunjukan itu menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Yaman karena negara itu dilanda krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Yaman telah dilanda konflik bersenjata antara pasukan pemerintah yang dipimpin Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi, dan pemberontak Houthi selama lebih dari enam tahun.

Situasi semakin diperparah setelah koalisi pimpinan Saudi, bekerja sama dengan pasukan Hadi, bergabung dalam konflik pada 2015 dan mulai melakukan operasi udara, darat dan laut sesekali melawan Houthi.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Brasil Dijagokan, Jepang...
Brasil Dijagokan, Jepang Siap Bikin Kejutan
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Sinopsis Prescription...
Sinopsis Prescription of Judgment di V+Short, Drama China Seru untuk Penggemar Short Drama
Berita Terkini
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Infografis
Rudal Houthi Serang...
Rudal Houthi Serang Israel, Israel Balas Bombardir Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved