India Suplai Filipina dengan Sistem Rudal Jelajah Senilai Rp5,3 Triliun
Sabtu, 15 Januari 2022 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Sistem anti-kapal yang baru itu bertujuan untuk mencegah kapal asing memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) 200 mil laut (370 km). Dalam beberapa tahun terakhir Filipina telah berulang kali menuduh China melanggar ZEE-nya dengan mengirimkan ratusan kapal milisi ke perairannya.
“Itu bagian dari pertahanan teritorial kami,” kata Kolonel Ramon Zagala, juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina. Pada tahun 2018, Filipina membeli rudal Spike ER buatan Israel, sistem rudal pertama yang dibawa kapal untuk pencegahan maritim.
Meskipun hubungan persahabatan antara China dan Filipina di bawah Duterte, Beijing tetap bersikeras dalam mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, saluran untuk barang bernilai miliaran dolar. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga telah mengajukan klaim serupa. Namun, putusan arbitrase internasional 2016 mengatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum.
Pada hari Rabu, laporan Departemen Luar Negeri AS yang baru mengatakan bahwa kegiatan China di Laut China Selatan, termasuk "klaim bersejarah" di hampir semua bagian dari rute perdagangan vital "sangat merusak aturan hukum" di lautan dan ketentuan yang diakui secara universal di hukum internasional.
“Itu bagian dari pertahanan teritorial kami,” kata Kolonel Ramon Zagala, juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina. Pada tahun 2018, Filipina membeli rudal Spike ER buatan Israel, sistem rudal pertama yang dibawa kapal untuk pencegahan maritim.
Meskipun hubungan persahabatan antara China dan Filipina di bawah Duterte, Beijing tetap bersikeras dalam mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, saluran untuk barang bernilai miliaran dolar. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga telah mengajukan klaim serupa. Namun, putusan arbitrase internasional 2016 mengatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum.
Pada hari Rabu, laporan Departemen Luar Negeri AS yang baru mengatakan bahwa kegiatan China di Laut China Selatan, termasuk "klaim bersejarah" di hampir semua bagian dari rute perdagangan vital "sangat merusak aturan hukum" di lautan dan ketentuan yang diakui secara universal di hukum internasional.
(esn)
Lihat Juga :