CIA Diam-diam Latih Pasukan Khusus Ukraina untuk Melawan Invasi Rusia
Sabtu, 15 Januari 2022 - 03:08 WIB
loading...
A
A
A
Laporan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Rusia-Ukraina. Pada bulan Desember, Menteri Pertahanan Moskow Sergey Shoigu mengeklaim bahwa perusahaan militer swasta AS (PMC) sedang mempersiapkan provokasi menggunakan senjata kimia di timur Ukraina yang dilanda perang.
Berbicara pada pertemuan dewan Kementerian Pertahanan di ibu kota Rusia, kepala militer mengatakan bahwa kontainer dengan "komponen kimia tak dikenal" telah dikirim ke kota Avdeevka dan Krasny Liman di Donbass untuk melancarkan serangan.
Namun, menteri itu tidak memberikan rincian lebih lanjut atau bukti serangan kimia palsu yang disebut-sebut telah direncanakan.
Ketegangan telah meningkat di Ukraina timur dalam beberapa bulan terakhir, dengan kekhawatiran terdengar di Barat bahwa Moskow berencana untuk meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Kremlin.
Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan pada bulan November bahwa “semakin banyak pasukan dan peralatan dikumpulkan di jalur kontak di Donbas, didukung oleh semakin banyak instruktur Barat.”
Menurut diplomat top Rusia tersebut, negara-negara ini mendorong pejabat Kiev untuk mengambil tindakan anti-Rusia, yang dia peringatkan dapat meningkat menjadi "petualangan militer."
Berbicara pada pertemuan dewan Kementerian Pertahanan di ibu kota Rusia, kepala militer mengatakan bahwa kontainer dengan "komponen kimia tak dikenal" telah dikirim ke kota Avdeevka dan Krasny Liman di Donbass untuk melancarkan serangan.
Namun, menteri itu tidak memberikan rincian lebih lanjut atau bukti serangan kimia palsu yang disebut-sebut telah direncanakan.
Ketegangan telah meningkat di Ukraina timur dalam beberapa bulan terakhir, dengan kekhawatiran terdengar di Barat bahwa Moskow berencana untuk meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Kremlin.
Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan pada bulan November bahwa “semakin banyak pasukan dan peralatan dikumpulkan di jalur kontak di Donbas, didukung oleh semakin banyak instruktur Barat.”
Menurut diplomat top Rusia tersebut, negara-negara ini mendorong pejabat Kiev untuk mengambil tindakan anti-Rusia, yang dia peringatkan dapat meningkat menjadi "petualangan militer."
(min)
Lihat Juga :