CIA Diam-diam Latih Pasukan Khusus Ukraina untuk Melawan Invasi Rusia

Sabtu, 15 Januari 2022 - 03:08 WIB
loading...
CIA Diam-diam Latih Pasukan Khusus Ukraina untuk Melawan Invasi Rusia
Pasukan cadangan dari batalion 130 Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina menjalani latihan militer di pinggiran Kiev, Ukraina, 10 April 2021. Foto/REUTERS/Valentyn Ogirenko
A A A
WASHINGTON - Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) diam-diam sudah melatih pasukan khusus Ukraina. Pasukan itu dapat diandalkan untuk melawan invasi Rusia jika benar-benar terjadi.

Pelatihan secara rahasia itu diungkap mantan pejabat intelijen dan keamanan nasional AS.

Baca juga: Waswas Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia dan AS

Mengutip laporan Yahoo News, misi rahasia CIA itu diduga telah berlangsung sejak Rusia menerima bergabungnya kembali Crimea pada tahun 2014—yang oleh Ukraina dan negara-negara Barat sebut sebagai aneksasi.

Pelatihan untuk pasukan khusus Ukraina tersebut berbasis di fasilitas yang dirahasiakan di AS selatan.

"Kamp pelatihan militer telah memasukkan latihan senjata api, teknik kamuflase, dan navigasi darat, serta berfokus pada taktik seperti 'menutupi dan bergerak'," kata mantan pejabat intelijen AS, yang dilansir Russia Today, Sabtu (15/1/2022).



Namun, seorang perwira tinggi Amerika yang tidak disebutkan namanya dilaporkan bersikeras bahwa tidak pernah ada tujuan ofensif di balik skema tersebut.

“Tujuan pelatihan yang disampaikan adalah untuk membantu pengumpulan intelijen,” klaim sumber tersebut.

Sesuai laporan, program, yang diawasi oleh paramiliter yang bekerja untuk Departemen Darat CIA, didirikan di bawah pemerintahan Presiden AS Barack Obama dan telah dilanjutkan dan dimodifikasi oleh para pemimpin Washington berikutnya.

Menurut seorang mantan eksekutif CIA, badan intelijen tersebut telah memberikan pelatihan terbatas kepada unit-unit Kiev selama beberapa dekade dalam upaya untuk mempertahankan kemerdekaan negara itu dan melawan pengaruh Moskow.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1313 seconds (10.55#12.26)