Pejabat Pertahanan Korsel, AS, dan Jepang Bahas Ancaman Rudal Korut
Jum'at, 14 Januari 2022 - 05:57 WIB
loading...
A
A
A
“Para pejabat menegaskan kembali pentingnya kerja sama keamanan di antara ketiga negara, dan setuju untuk mengadakan pembicaraan menteri pertahanan tiga arah pada tanggal yang disepakati,” tambah pernyataan tersebut.
Baca: Korsel: Korut Luncurkan Rudal Canggih Berkecepatan Mach 10
Korea Selatan, AS, dan Jepang sebelumnya mendorong pertemuan menteri pertahanan di Hawaii bulan ini, tetapi menunda jadwal karena situasi virus. Ketiga negara terakhir mengadakan pertemuan trilateral menteri pertahanan di sela-sela pembicaraan keamanan yang melibatkan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Bangkok pada November 2019.
Sementara itu, pemerintahan Presiden AS Joe Biden pada hari Rabu memberlakukan sanksi pertamanya atas program senjata Korut, menyusul serangkaian peluncuran rudal Korut. Sanksi tersebut menargetkan 6 warga Korut, satu Rusia dan satu perusahaan Rusia yang menurut Washington bertanggung jawab atas pengadaan barang untuk program tersebut dari Rusia dan China.
Departemen Keuangan AS mengatakan langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mencegah kemajuan program Korut dan untuk menghambat upayanya untuk mengembangkan teknologi senjata. AS juga mengusulkan agar lima dari orang-orang itu juga dimasukkan dalam daftar hitam oleh Dewan Keamanan PBB, yang akan membutuhkan persetujuan konsensus oleh komite sanksi Korut yang beranggotakan 15 orang.
Baca: Korsel: Korut Luncurkan Rudal Canggih Berkecepatan Mach 10
Korea Selatan, AS, dan Jepang sebelumnya mendorong pertemuan menteri pertahanan di Hawaii bulan ini, tetapi menunda jadwal karena situasi virus. Ketiga negara terakhir mengadakan pertemuan trilateral menteri pertahanan di sela-sela pembicaraan keamanan yang melibatkan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Bangkok pada November 2019.
Sementara itu, pemerintahan Presiden AS Joe Biden pada hari Rabu memberlakukan sanksi pertamanya atas program senjata Korut, menyusul serangkaian peluncuran rudal Korut. Sanksi tersebut menargetkan 6 warga Korut, satu Rusia dan satu perusahaan Rusia yang menurut Washington bertanggung jawab atas pengadaan barang untuk program tersebut dari Rusia dan China.
Departemen Keuangan AS mengatakan langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mencegah kemajuan program Korut dan untuk menghambat upayanya untuk mengembangkan teknologi senjata. AS juga mengusulkan agar lima dari orang-orang itu juga dimasukkan dalam daftar hitam oleh Dewan Keamanan PBB, yang akan membutuhkan persetujuan konsensus oleh komite sanksi Korut yang beranggotakan 15 orang.
(esn)
Lihat Juga :