Badai Omicron Belum Usai, Muncul Deltacron
Minggu, 09 Januari 2022 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Bloomberg para peneliti mengirim temuan mereka minggu ini ke GISAID, database internasional yang melacak virus.
Baca juga: Omicron Mengamuk di Inggris, Rumah Sakit London Kekurangan Staf
Varian deltacron hadir saat omicron melanjutkan penyebarannya yang cepat ke seluruh dunia, menyebabkan lonjakan kasus COVID-19. Amerika Serikat (AS) melaporkan rata-rata tujuh hari lebih dari 600.000 kasus baru setiap hari, menurut analisis CNBC dari data Universitas Johns Hopkins. Jumlah itu meningkat 72% dari minggu sebelumnya dan rekor pandemi.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus COVID-19 diseluruh dunia mencatat rekor dengan 9,5 juta kasus pada pekan lalu. Ini menandai lonjakan mingguan 71% yang sama dengan “tsunami” COVID-19 ketika varian Omicron baru menyapu seluruh dunia.
Meski begitu, menurut WHO, jumlah kematian akibat COVID-19 tercatat menurun.
"Pekan lalu, jumlah kasus COVID-19 tertinggi dilaporkan sejauh ini dalam pandemi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Baca juga: Omicron Mengamuk di Inggris, Rumah Sakit London Kekurangan Staf
Varian deltacron hadir saat omicron melanjutkan penyebarannya yang cepat ke seluruh dunia, menyebabkan lonjakan kasus COVID-19. Amerika Serikat (AS) melaporkan rata-rata tujuh hari lebih dari 600.000 kasus baru setiap hari, menurut analisis CNBC dari data Universitas Johns Hopkins. Jumlah itu meningkat 72% dari minggu sebelumnya dan rekor pandemi.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus COVID-19 diseluruh dunia mencatat rekor dengan 9,5 juta kasus pada pekan lalu. Ini menandai lonjakan mingguan 71% yang sama dengan “tsunami” COVID-19 ketika varian Omicron baru menyapu seluruh dunia.
Meski begitu, menurut WHO, jumlah kematian akibat COVID-19 tercatat menurun.
"Pekan lalu, jumlah kasus COVID-19 tertinggi dilaporkan sejauh ini dalam pandemi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Lihat Juga :