AS Pertanyakan Penempatan Pasukan Rusia di Kazakhstan
Sabtu, 08 Januari 2022 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Gelombang pertama dari sekitar 2.500 tentara pimpinan Rusia telah tiba di Kazakhstan. Beberapa unit penerjun payung Rusia bahkan telah tiba di negara itu, dan pada hari Jumat membantu pasukan Kazakh dalam merebut kembali bandara dari pengunjuk rasa.
Baca juga: Rusia Mulai Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Kazakhstan
Para pejabat di Moskow telah menekankan bahwa pengerahan pasukannya di bawah Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), aliansi militer Eurasia dari lima bekas republik Soviet dan Rusia, bersifat sementara.
Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengajukan permintaan bantuan setelah pengunjuk rasa menyerbu kantor Wali Kota di kota terbesar Kazakhstan, Almaty, dan menyerbu bandara kota.
Pasukan Kazakhstan juga telah mengambil tindakan tegas untuk mendapatkan kembali kendali di Almaty. Pada hari Kamis, media lokal menerbitkan video yang menunjukkan pasukan pemerintah menembaki pengunjuk rasa.
Baca juga: Situasi Genting, Presiden Kazakhstan Minta Bantuan Militer Rusia Cs
Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan mengatakan 26 "penjahat bersenjata" dan 18 petugas keamanan telah tewas sejauh ini dalam bentrokan. Presiden Tokayev menyalahkan apa yang disebutnya "teroris" asing atas kerusuhan tersebut.
Protes massal pecah pada hari Minggu ketika biaya bahan bakar gas cair (LPG) - yang digunakan banyak orang di Kazakhstan untuk bahan bakar mobil mereka - naik berlipat ganda.
Baca juga: Rusia Mulai Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Kazakhstan
Para pejabat di Moskow telah menekankan bahwa pengerahan pasukannya di bawah Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), aliansi militer Eurasia dari lima bekas republik Soviet dan Rusia, bersifat sementara.
Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengajukan permintaan bantuan setelah pengunjuk rasa menyerbu kantor Wali Kota di kota terbesar Kazakhstan, Almaty, dan menyerbu bandara kota.
Pasukan Kazakhstan juga telah mengambil tindakan tegas untuk mendapatkan kembali kendali di Almaty. Pada hari Kamis, media lokal menerbitkan video yang menunjukkan pasukan pemerintah menembaki pengunjuk rasa.
Baca juga: Situasi Genting, Presiden Kazakhstan Minta Bantuan Militer Rusia Cs
Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan mengatakan 26 "penjahat bersenjata" dan 18 petugas keamanan telah tewas sejauh ini dalam bentrokan. Presiden Tokayev menyalahkan apa yang disebutnya "teroris" asing atas kerusuhan tersebut.
Protes massal pecah pada hari Minggu ketika biaya bahan bakar gas cair (LPG) - yang digunakan banyak orang di Kazakhstan untuk bahan bakar mobil mereka - naik berlipat ganda.
Lihat Juga :