Sosok Tokayev, Presiden Kazakhstan yang Sebut Demonstran Teroris dan Layak Dilenyapkan
Sabtu, 08 Januari 2022 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Uni Soviet runtuh, dia dengan cepat menjadi penasihat Nursultan Nazarbayev, pemimpin Kazakhstan yang baru merdeka.
Tokayev-lah yang membujuk negara lain untuk mengakui Kazakhstan secara diplomatis. China sangat antusias. Narzabayev menghadiahi Tokayev dengan mengangkatnya menjadi wakil menteri luar negeri, serta penerjemah sekaligus penasihat delegasi resmi untuk Beijing.
Pada 1999 Tokayev menjadi perdana menteri dan pada 2002 menjadi menteri luar negeri.
Sebagai seorang loyalis Nazarbayev, dia bertanggung jawab untuk meningkatkan hubungan dengan tiga mitra utama Kazakhstan–Rusia, China, dan Amerika Serikat.
Mengutip The Guardian, Sabtu (8/1/2022), dia bertemu secara teratur dengan utusan AS dan membantu Kazakhstan melepaskan bom nuklir era komunis yang diwarisinya.
Beberapa komentar pribadi Tokayev sekarang tampak ironis. Pada makan siang tahun 2005, dia memberi tahu duta besar AS bahwa Revolusi Oranye yang populer seperti yang terlihat di republik pasca-Soviet lainnya "tidak mungkin" di Kazakhstan.
Negara itu, katanya, berkomitmen untuk "reformasi politik" dan desentralisasi. Komentar pribadi itu terungkap dari kabel diplomatik AS yang bocor.
Selanjutnya posisi tinggi dia raih. Dia menjadi politisi dan kemudian ketua senat Kazakhstan. Ketika Nazarbayev pensiun pada 2019–setidaknya secara resmi–Tokayev menggantikannya sebagai presiden.
Tokayev-lah yang membujuk negara lain untuk mengakui Kazakhstan secara diplomatis. China sangat antusias. Narzabayev menghadiahi Tokayev dengan mengangkatnya menjadi wakil menteri luar negeri, serta penerjemah sekaligus penasihat delegasi resmi untuk Beijing.
Pada 1999 Tokayev menjadi perdana menteri dan pada 2002 menjadi menteri luar negeri.
Sebagai seorang loyalis Nazarbayev, dia bertanggung jawab untuk meningkatkan hubungan dengan tiga mitra utama Kazakhstan–Rusia, China, dan Amerika Serikat.
Mengutip The Guardian, Sabtu (8/1/2022), dia bertemu secara teratur dengan utusan AS dan membantu Kazakhstan melepaskan bom nuklir era komunis yang diwarisinya.
Beberapa komentar pribadi Tokayev sekarang tampak ironis. Pada makan siang tahun 2005, dia memberi tahu duta besar AS bahwa Revolusi Oranye yang populer seperti yang terlihat di republik pasca-Soviet lainnya "tidak mungkin" di Kazakhstan.
Negara itu, katanya, berkomitmen untuk "reformasi politik" dan desentralisasi. Komentar pribadi itu terungkap dari kabel diplomatik AS yang bocor.
Selanjutnya posisi tinggi dia raih. Dia menjadi politisi dan kemudian ketua senat Kazakhstan. Ketika Nazarbayev pensiun pada 2019–setidaknya secara resmi–Tokayev menggantikannya sebagai presiden.
Lihat Juga :