Wanita Miskin Mengaku Pewaris Dinasti Mughal, Klaim Kepemilikan Istana Megah Delhi
Sabtu, 08 Januari 2022 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Pengacaranya, Vivek More, mengatakan kasus itu akan berlanjut.
"Dia telah memutuskan mengajukan pembelaan di hadapan pengadilan yang lebih tinggi yang menentang vonis itu," papar dia kepada AFP melalui telepon.
Begum telah mengalami kehidupan yang genting, bahkan sebelum dia menjadi janda dan dipaksa pindah ke daerah kumuh yang sekarang dia sebut rumah.
Suaminya dinikahinya pada tahun 1965 ketika dia baru berusia 14 tahun. Sang suami berusia 32 tahun lebih tua dari Begum dan memperoleh sejumlah uang dengan profesi sebagai peramal, tetapi sang suami tidak dapat menghidupi keluarga mereka.
"Kemiskinan, ketakutan, dan kurangnya sumber daya mendorongnya ke jurang," papar Begum.
Begum tinggal bersama salah satu cucunya di gubuk kecil, berbagi dapur dengan tetangga dan mencuci di keran umum di ujung jalan.
Selama beberapa tahun dia menjalankan toko teh kecil di dekat rumahnya tetapi toko itu digusur untuk memungkinkan pelebaran jalan.
Dia sekarang bertahan hidup dengan uang pensiun 6.000 rupee (USD80) per bulan.
Tapi dia tidak putus asa bahwa pihak berwenang akan mengakui dia sebagai penerima yang sah dari warisan kekaisaran India, dan Benteng Merah.
"Saya berharap hari ini, besok atau 10 tahun, saya akan mendapatkan apa yang menjadi hak saya," tutur dia.
"Insya Allah, saya akan mendapatkannya kembali... Saya yakin keadilan akan terwujud," ungkap dia.
"Dia telah memutuskan mengajukan pembelaan di hadapan pengadilan yang lebih tinggi yang menentang vonis itu," papar dia kepada AFP melalui telepon.
Begum telah mengalami kehidupan yang genting, bahkan sebelum dia menjadi janda dan dipaksa pindah ke daerah kumuh yang sekarang dia sebut rumah.
Suaminya dinikahinya pada tahun 1965 ketika dia baru berusia 14 tahun. Sang suami berusia 32 tahun lebih tua dari Begum dan memperoleh sejumlah uang dengan profesi sebagai peramal, tetapi sang suami tidak dapat menghidupi keluarga mereka.
"Kemiskinan, ketakutan, dan kurangnya sumber daya mendorongnya ke jurang," papar Begum.
Begum tinggal bersama salah satu cucunya di gubuk kecil, berbagi dapur dengan tetangga dan mencuci di keran umum di ujung jalan.
Selama beberapa tahun dia menjalankan toko teh kecil di dekat rumahnya tetapi toko itu digusur untuk memungkinkan pelebaran jalan.
Dia sekarang bertahan hidup dengan uang pensiun 6.000 rupee (USD80) per bulan.
Tapi dia tidak putus asa bahwa pihak berwenang akan mengakui dia sebagai penerima yang sah dari warisan kekaisaran India, dan Benteng Merah.
"Saya berharap hari ini, besok atau 10 tahun, saya akan mendapatkan apa yang menjadi hak saya," tutur dia.
"Insya Allah, saya akan mendapatkannya kembali... Saya yakin keadilan akan terwujud," ungkap dia.
(sya)
Lihat Juga :