Ini Jet Tempur Bertenaga Nuklir Pertama di Dunia, Bisa Terbang 15 Tahun Tanpa Mendarat

Kamis, 06 Januari 2022 - 13:16 WIB
loading...
Ini Jet Tempur Bertenaga...
TR-3B, jet tempur bertenaga nuklir pertama di dunia yang pernah dibuat Amerika Serikat. Proyek jet tempur ini diselimuti rahasia. Foto/Defence View
A A A
WASHINGTON - Jet tempur bertenaga nuklir pertama di dunia pernah dibuat Amerika Serikat (AS) dengan nama TR-3B.

Pesawat yang dikembangkan oleh Lockheed Martin ini memiliki 68.000 tenaga kuda dan dapat terbang terus-menerus tanpa mendarat selama 15 tahun.

TR-3B menggunakan menggunakan B-52 sebagai pengangkut.

AS sebenarnya pernah mengumumkan kepada dunia luar tentang pesawat delta anti-gravitasi bertenaga nuklir TR-3B terbaru pada 1 Oktober 2019. Namun, operasional TR-3B dirahasiakan dan kerap dikira sebagai UFO alien oleh para saksi mata yang melihatnya.

Baca juga: Pakistan Beli J-10 China, Jet Tempur Israel yang Dibuang 34 Tahun Silam

Lantaran diselimuti rahasia, TR-3B kerap dianggap sebagai proyek fiktif. Namun, ia sebenarnya dibuat dengan teknologi yang sudah tersedia pada pertengahan 1980-an atau sebelumnya.

Mengutip ulasan Defence View, Kamis (6/1/2022), platform kedirgantaraan bertenaga nuklir berbentuk segitiga ini dikembangkan di bawah "Aurora Program" dengan Strategic Defense Initiative (SDI) dan uang "anggaran hitam".

Aurora Program adalah program pengembangan rahasia untuk kendaraan kedirgantaraan canggih dan bertanggung jawab untuk pengembangan pengintaian strategis hipersonik.

Penerbangan operasional pertama pesawat taktis TR-3B adalah pada awal 90-an. Teknologi pastinya dikembangkan dari rekayasa balik artefak alien yang dipulihkan dan program seperti SR-74 dan SR-75 digunakan di TR-3B.

Setidaknya USD3 miliar ditambahkan dalam proyek TR-3B dan pesawat itu diketahui terbang pada tahun 1994.

Lapisan luar kendaraan TR-3B reaktif terhadap rangsangan listrik dan dapat mengubah warna, daya pantul, dan daya serap radar, sehingga membuat kendaraan terlihat seperti pesawat kecil atau silinder terbang atau bahkan menipu penerima radar untuk mendeteksi berbagai pesawat.

Pesawat anti-gravitasi bertenaga nuklir TR-3B AS telah memasuki tahap praktis. Ia bisa terbang di luar atmosfer dan mencapai area mana pun di bumi dalam 10-30 menit.

Kokpitnya adalah cincin akselerasi plasma dari pengganggu medan magnet, yang saat ini merupakan teknologi paling canggih umat manusia.

Massa akselerator melingkar, dan semua massa di dalam akselerator, seperti kapsul kru dan reaktor nuklir, berkurang hampir 90%.

Hal itu menyebabkan efek membuat kendaraan menjadi sangat ringan dan mampu mengungguli setiap pesawat yang pernah dibuat.

TR-3 adalah platform pengintaian dengan waktu berkeliaran yang tidak terbatas. “Tidak terbatas” karena menggunakan reaktor nuklir untuk tenaga.

Medan pusaran magnet dapat mengimbangi 89% gravitasi Bumi, dan dapat dengan mudah menyerang target mana pun di Bumi dengan kecepatan tinggi. Tidak ada rudal supersonik yang dapat menyerang atau mencegatnya.

Propulsi TR-3B disediakan oleh tiga pendorong multimode yang dipasang di setiap sudut bawah platform segitiga. TR-3 juga dianggap sebagai kendaraan sub Mach 9.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Berita Terkini
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved