China Beri Nama Wilayah Sengketa di Himalaya, India Marah
Jum'at, 31 Desember 2021 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Perubahan nama kawasan pemukiman, sungai, dan gunung mengikuti langkah serupa pada 2017 yang melibatkan enam lokasi lain di kawasan yang sama. "Arunachal Pradesh selalu, dan akan selalu menjadi bagian integral dari India," kata Kementerian Luar Negeri India pada kantor berita AFP, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (30/12/2021).
Baca: India Kerahkan 50.000 Tentara ke Perbatasan dengan China
"Menetapkan nama yang ditemukan ke tempat-tempat di Arunachal Pradesh tidak mengubah fakta ini," kata juru bicara Arindam Bagchi dalam sebuah pernyataan.
Sementara pihak China tak mau kalah dalam hal mengklaim wilayah sengketa tersebut. “Tibet Selatan berada di Daerah Otonomi Tibet China, dan secara historis merupakan wilayah China. Penggantian nama itu masuk dalam "lingkup kedaulatan China," tegas Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.
Tibet telah berganti-ganti selama berabad-abad antara kemerdekaan dan kontrol oleh China, yang mengatakan "membebaskan secara damai" dataran tinggi yang terjal pada tahun 1951. Tibet dengan keras mempertahankan dan memiliterisasi perbatasan Tibet, dan mengesampingkan setiap perdebatan tentang kepemilikan historis China atas wilayah tersebut.
Baca: India Kerahkan 50.000 Tentara ke Perbatasan dengan China
"Menetapkan nama yang ditemukan ke tempat-tempat di Arunachal Pradesh tidak mengubah fakta ini," kata juru bicara Arindam Bagchi dalam sebuah pernyataan.
Sementara pihak China tak mau kalah dalam hal mengklaim wilayah sengketa tersebut. “Tibet Selatan berada di Daerah Otonomi Tibet China, dan secara historis merupakan wilayah China. Penggantian nama itu masuk dalam "lingkup kedaulatan China," tegas Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.
Tibet telah berganti-ganti selama berabad-abad antara kemerdekaan dan kontrol oleh China, yang mengatakan "membebaskan secara damai" dataran tinggi yang terjal pada tahun 1951. Tibet dengan keras mempertahankan dan memiliterisasi perbatasan Tibet, dan mengesampingkan setiap perdebatan tentang kepemilikan historis China atas wilayah tersebut.
Lihat Juga :