Ashraf Ghani Salahkan Kesepakatan AS-Taliban Atas Jatuhnya Afghanistan
Jum'at, 31 Desember 2021 - 06:08 WIB
loading...
Bendera Taliban berkibar di Istana Presiden Afghanistan. Foto/WION
A
A
A
ABU DHABI - Mantan presiden Afghanistan , Ashraf Ghani , menuding kesepakatan yang dibuat antara Taliban dan Amerika Serikat (AS) di bawah presiden saat itu Donald Trump saat itu sebagai biang kerok runtuhnya pemerintahannya.
Di bawah ketentuan kesepakatan itu, AS setuju untuk mengurangi pasukannya dan pasukan sekutunya, serta menyediakan pertukaran tahanan. Setelah itu, Taliban setuju untuk berbicara dengan pemerintah Afghanistan.
Pembicaraan tidak berhasil: pada musim panas 2021, dengan Presiden AS Joe Biden berjanji untuk menarik pasukan terakhir pada 11 September, Taliban menyapu Afghanistan, mengambil kota demi kota.
“Alih-alih proses perdamaian, kami mendapat proses penarikan,” kata Ghani seperti dilansir dari BBC, Jumat (31/12/2021).
Baca juga: Ketika Taliban Rebut Afghanistan, AS Kalah Perang Secara Memalukan
Apa yang terjadi pada akhirnya, kata Ghani, adalah kudeta dengan kekerasan, bukan kesepakatan politik atau proses politik di mana orang-orang terlibat.
Di bawah ketentuan kesepakatan itu, AS setuju untuk mengurangi pasukannya dan pasukan sekutunya, serta menyediakan pertukaran tahanan. Setelah itu, Taliban setuju untuk berbicara dengan pemerintah Afghanistan.
Pembicaraan tidak berhasil: pada musim panas 2021, dengan Presiden AS Joe Biden berjanji untuk menarik pasukan terakhir pada 11 September, Taliban menyapu Afghanistan, mengambil kota demi kota.
“Alih-alih proses perdamaian, kami mendapat proses penarikan,” kata Ghani seperti dilansir dari BBC, Jumat (31/12/2021).
Baca juga: Ketika Taliban Rebut Afghanistan, AS Kalah Perang Secara Memalukan
Apa yang terjadi pada akhirnya, kata Ghani, adalah kudeta dengan kekerasan, bukan kesepakatan politik atau proses politik di mana orang-orang terlibat.
Lihat Juga :