Kedubes Iran Sebut Berita tentang Kekayaan Pemimpin Tertinggi Iran Tidak Benar

Selasa, 28 Desember 2021 - 16:42 WIB
loading...
Kedubes Iran Sebut Berita...
Pemimpin Tertinggi lran Ayatollah Ali Khamenei. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta mengungkapkan bahwa berita SINDOnews yang berjudul “Kekayaan Pemimpin Tertinggi lran Ayatollah Ali Khamenei Bikin Kaget" tidak benar.

“Semua tuduhan yang disampaikan dalam berita SINDOnews yang dikutip dari sumber Reuters berkaitan dengan kekayaan Pemimpin Agung Republik lslam lran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei merupakan kebohongan besar dan dianggap sebagai penghinaan terhadap pejabat tertinggi dan agung negara Republik Islam serta bangsa Iran,” papar pernyataan Kedubes Iran pada Selasa (28/12/2021).

Kedubes Iran menambahkan, “Para penulis berita Reuters dan sumber Baratnya di Baghdad (2013) setelah kegagalan proyek sanksi maksimum terhadap Iran, hanya mengincar untuk melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat agung dan mulia Republik Islam Iran.”

Baca juga: Kekayaan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Bikin Kaget

“Kali ini mereka dalam berupaya menyerang lran dengan beragam fitnah dan berita miring telah merampas kenyataan dengan menyebut kekayaan nasional lran sebagai kekayaan pribadi Pemimpin Agung Revolusi Islam Iran,” papar pernyataan Kedubes Iran.

Baca juga: China Marah Stasiun Antariksanya Hampir Tabrak Satelit SpaceX

Kedubes Iran menambahkan, “Bahkan dalam literasi medianya, mereka menggunakan kata ‘rezim’ daripada kata ‘pemerintah/negara’ untuk secara salah menunjukkan bahwa pemerintah dan bangsa Iran merupakan dua identitas yang terpisah. Hal ini terjadi pada saat pemerintah Iran merupakan hasil dari partisipasi aktif masyarakat kami dalam berbagai referendum dan pemilihan umum.”

“Laporan yang diterbitkan oleh Reuters, yang berasal dari tahun-tahun lalu, menunjukkan bahwa kantor berita ini dan media-media penerbitnya tidak mengetahui dengan baik tentang hukum dan kerangka politik di Republik Islam Iran,” tegas Kedubes Iran.

“Dalam rekayasa beritanya, Reuters telah mencoba untuk menyampaikan bahwa aset Republik Islam Iran, masyarakat kami dan berbagai organisasi yang didirikan oleh lmam Khomeini (ra) untuk melayani bangsa dan negara, sebagai aset pribadi Pemimpin Agung Iran,” papar Kedubes Iran.

Menurut Kedubes Iran, laporan terarah Reuters dengan tujuan menyudutkan para pejabat tinggi Iran merupakan konten dengan data yang benar yang telah disalahgunakan dengan penyampaian serangkaian informasi yang salah.

“Dalam kata lain tetesan kebenaran, telah tenggelam dalam lautan kebohongan. Dalam laporan ini, bagian yang berkaitan dengan aset-aset bangsa Iran adalah benar; sedangkan kepemilikan aset negara oleh para pejabat tinggi negara kami merupakan hal yang sama sekali tidak benar,” papar Kedubes Iran.

“lran merupakan negara Republik Islam yang terbentuk atas kepercayaan dan keimanan masyarakat dengan kepemimpinan Ayatollah Khamenei. Iran merupakan negara yang kaya dimana sanksi kejam para musuh pun tak dapat mempengaruhinya,” ungkap Kedubes Iran.

“Kekayaan yang ada di lran, semuanya milik negara Iran, milik masyarakat lran dan seluruh rakyat kami berhak mnenggunakannya. Pemimpin Agung Republik Islam Iran, sesuai dengan undang-undang dan wewenang serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya oleh Dewan Ahli negara kami, sebagai Peeimpin Tertinggi, hanya mengambil langkah-langkah dalam bidang agama dan politik yang merupakan wewenangnya,” papar Kedubes Iran.

“Kehidupan Pemimpin Agung Republik Islam Iran, Ayatollah Khamenei selalu sederhana dan bahkan di bawah tingkat rata-rata masyarakat lran. Hal ini telah disaksikan oleh berbagai pihak dalam negeri maupun mancanegara,” ungkap Kedubes Iran.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved