Eks Mahasiswi Boston yang Kirimi Pacarnya WA agar Bunuh Diri Mengaku Bersalah
Minggu, 26 Desember 2021 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
“Penyelidikan tersebut menggambarkan hubungan Inyoung dan Urtula selama 18 bulan sebagai "kekacauan, disfungsional, dan tidak sehat". Penyelidikan juga menemukan Inyoung terlibat dalam perilaku kasar yang sangat mengganggu dan terkadang tanpa henti secara verbal, fisik, dan psikologis terhadap Urtula," menurut sebuah pernyataan dari kantor Jaksa Distrik Suffolk, Rachael Rollins.
Baca: Ingin Beraksi di Tengah Kerumunan Pejuang Taliban, Pelaku Bom Bunuh Diri Ditembak Mati
“Tindakan itu meningkat pada hari-hari dan jam-jam sebelum kematian Urtula,” tambah pernyataan tersebut. Inyoung mengirimi Urtula lebih dari 47.000 pesan teks sejak akhir Maret 2019 hingga kematiannya.
“Dia berulang kali memberi tahu korban bahwa dia harus bunuh diri atau mati dan melakukan kampanye pelecehan yang melucuti korban dari kehendak bebasnya," kata kantor itu.
"Kata-kata itu penting," kata Rollins dalam pernyataannya. "Bahasa yang merendahkan, ejekan, dan pelecehan verbal dapat sangat memengaruhi orang. Kesepakatan pembelaan dicapai melalui konsultasi dengan keluarga Urtula,” kata Rollins.
Baca: Ingin Beraksi di Tengah Kerumunan Pejuang Taliban, Pelaku Bom Bunuh Diri Ditembak Mati
“Tindakan itu meningkat pada hari-hari dan jam-jam sebelum kematian Urtula,” tambah pernyataan tersebut. Inyoung mengirimi Urtula lebih dari 47.000 pesan teks sejak akhir Maret 2019 hingga kematiannya.
“Dia berulang kali memberi tahu korban bahwa dia harus bunuh diri atau mati dan melakukan kampanye pelecehan yang melucuti korban dari kehendak bebasnya," kata kantor itu.
"Kata-kata itu penting," kata Rollins dalam pernyataannya. "Bahasa yang merendahkan, ejekan, dan pelecehan verbal dapat sangat memengaruhi orang. Kesepakatan pembelaan dicapai melalui konsultasi dengan keluarga Urtula,” kata Rollins.
Lihat Juga :