Menteri Malaysia Dilarang Liburan, PM Ismail Sabri: Fokus Pemulihan Banjir
Sabtu, 25 Desember 2021 - 06:47 WIB
loading...
Bencana banjir yang melanda sejumlah negara bagian di Malaysia. FOTO/Reuters
A
A
A
KUALA LUMPUR - Para menteri Kabinet Malaysia yang sedang cuti dan berencana untuk pergi berlibur akhir tahun telah diperintahkan untuk membatalkan rencana mereka sampai bencana banjir di negara itu teratasi.
Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob pada Jumat (24/12) mengatakan, semua menteri yang saat ini berada di luar negeri juga telah diperintahkan untuk segera pulang. "Saya telah dibanjiri pertanyaan tentang menteri kabinet kami. Jadi, jika mereka sedang cuti dan berencana untuk pergi berlibur, saya ingin mereka membatalkan rencana itu,” kata Ismail.
Baca: Banjir Melanda 6 Negara Bagian Malaysia, Ribuan Orang Dievakuasi
"Kalau saat ini mereka di luar negeri, segera kembali," katanya dalam konferensi pers usai mengunjungi pengungsi banjir di Sekolah Kebangsaan Bukit Piatu di Bentong, Pahang, seperti dikutip dari Channel News Asia.
PM Ismail juga mengatakan, dia juga harus menunda perjalanan kerjanya ke Bangkok, yang dijadwalkan pada 28 Desember hingga 30 Desember, untuk memperhatikan bencana banjir. "Anggota keamanan juga diminta untuk fokus membantu warga membersihkan rumahnya setelah diperbolehkan pulang," katanya.
Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob pada Jumat (24/12) mengatakan, semua menteri yang saat ini berada di luar negeri juga telah diperintahkan untuk segera pulang. "Saya telah dibanjiri pertanyaan tentang menteri kabinet kami. Jadi, jika mereka sedang cuti dan berencana untuk pergi berlibur, saya ingin mereka membatalkan rencana itu,” kata Ismail.
Baca: Banjir Melanda 6 Negara Bagian Malaysia, Ribuan Orang Dievakuasi
"Kalau saat ini mereka di luar negeri, segera kembali," katanya dalam konferensi pers usai mengunjungi pengungsi banjir di Sekolah Kebangsaan Bukit Piatu di Bentong, Pahang, seperti dikutip dari Channel News Asia.
PM Ismail juga mengatakan, dia juga harus menunda perjalanan kerjanya ke Bangkok, yang dijadwalkan pada 28 Desember hingga 30 Desember, untuk memperhatikan bencana banjir. "Anggota keamanan juga diminta untuk fokus membantu warga membersihkan rumahnya setelah diperbolehkan pulang," katanya.
Lihat Juga :