Keluarga George Floyd Minta PBB Selidiki Kebrutalan Polisi AS

Selasa, 09 Juni 2020 - 16:14 WIB
loading...
A A A
Pihak keluarga dan kelompok-kelompok HAM menuntut penyelidikan independen atas pembunuhan yang dilakukan polisi terhadap warga kulit hitam AS yang tidak bersenjata dalam beberapa tahun terakhir, di samping respons penegak hukum yang keras terhadap pemrotes. (Baca: Brutalnya Polisi AS dalam Demo: Pria 75 Tahun Dijatuhkan, Kepalanya Berdarah )

Seperti diketahui, pembunuhan atas George Floyd memicu aksi demonstrasi di seluruh 50 negara bagian AS. Aksi tersebut berlasung panas dan berujung pada kerusuhan, penjarahan dan pembakaran.

Pihak berwenang kemudian memanggil Garda Nasional dan bala bantuan polisi di sejumlah kota untuk memadamkan kerusuhan. Dalam prosesnya, terkadang menimbulkan kekerasan pengunjuk rasa yang damai dan wartawan.

“Sudah saatnya Amerika Serikat menghadapi pengawasan dan penilaian yang sama dengan yang cepat diteruskan ke negara lain,” kata direktur program hak asasi manusia ACLU, Jamil Dakwar.

"Ketika masyarakat di Amerika Serikat menyerukan para pemimpin mereka untuk melepaskan diri dari kepolisian dan mengakhiri rasisme struktural, PBB harus mendukung tuntutan domestik ini dengan meminta Amerika Serikat bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusianya," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Berita Terkini
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved