Taiwan Protes Korsel Batalkan Undangan Konferensi untuk Menteri Digital
Rabu, 22 Desember 2021 - 17:00 WIB
loading...
Menteri Digital Taiwan, Audrey Tang. FOTO/Reuters
A
A
A
TAIWAN - Taiwan mengajukan protes ke Korea Selatan (Korsel) setelah undangan konferensi ke salah satu menteri negara pulau itu dibatalkan karena "masalah lintas Selat". Istilah ini mengacu pada Selat Taiwan, dan biasa digunakan dalam diplomasi untuk menggambarkan hubungan antara Taiwan dan Beijing.
Menteri Digital Taiwan, Audrey Tang, semula dijadwalkan berbicara di sebuah konferensi di ibukota Korsel, Seoul pada 16 Desember. Tetapi, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan, undangan itu dibatalkan, dan penyelenggara mengutip "berbagai aspek masalah lintas-Selat".
Baca: China: Taiwan Adalah Pengembara yang Akhirnya Akan Pulang
"Kementerian Luar Negeri telah memanggil penjabat perwakilan Korea Selatan ke Taipei untuk menyatakan ketidakpuasan kami yang kuat atas tindakan tidak sopan itu," kata juru bicara Kemenlu Taiwan, Joanne Ou, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (21/12/2021). Menurutnya, Duta besar de facto Taiwan untuk Seoul juga telah mengajukan protes.
China menolak setiap pertukaran resmi antara negara lain dan Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri. Korsel sendiri secara resmi mengakui Beijing atas Taipei.
Menteri Digital Taiwan, Audrey Tang, semula dijadwalkan berbicara di sebuah konferensi di ibukota Korsel, Seoul pada 16 Desember. Tetapi, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan, undangan itu dibatalkan, dan penyelenggara mengutip "berbagai aspek masalah lintas-Selat".
Baca: China: Taiwan Adalah Pengembara yang Akhirnya Akan Pulang
"Kementerian Luar Negeri telah memanggil penjabat perwakilan Korea Selatan ke Taipei untuk menyatakan ketidakpuasan kami yang kuat atas tindakan tidak sopan itu," kata juru bicara Kemenlu Taiwan, Joanne Ou, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (21/12/2021). Menurutnya, Duta besar de facto Taiwan untuk Seoul juga telah mengajukan protes.
China menolak setiap pertukaran resmi antara negara lain dan Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri. Korsel sendiri secara resmi mengakui Beijing atas Taipei.
Lihat Juga :