India Kerahkan Sistem Rudal Canggih S-400 Rusia di Dekat Pakistan

Rabu, 22 Desember 2021 - 04:27 WIB
loading...
India Kerahkan Sistem...
Sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia. India mengerahkan senjata seperti ini di dekat perbatasan Pakistan. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - Angkatan Udara India (IAF) telah mengerahkan skuadron pertama sistem rudal S-400 buatan Rusia di sektor Punjab, wilayah yang berbatasan dengan Pakistan . Pengerahan senjata pertahanan ini dimulaisejak Senin lalu.

"Skuadron pertama sedang dikerahkan di sektor Punjab. Baterai skuadron pertama akan mampu menangani ancaman udara dari Pakistan dan China," kata seorang pejabat pemerintah yang berbicara dengan syarat anonim kepada Asian News International (ANI), Selasa (21/12/2021).

Baca juga: Ini 9 Tuntutan Rusia pada NATO, Termasuk Larang AS Gunakan Bom Nuklir

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Harsh V Shringla telah mengumumkan bahwa Rusia telah memulai pengiriman sistem rudal jarak jauh permukaan ke udara tersebut. Pernyataan Shringla muncul segera setelah kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke India.

Selama kunjungan sehari Putin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memuji kesepakatan sistem rudal pertahanan udara S-400 antara negaranya dan India.

Menurutnya, Amerika Serikat (AS) mencoba mempersenjatai India agar memilih keluar dari kesepakatan tersebut, namun New Delhi tetap menjalankan kesepakatan.

AS, yang juga merupakan mitra pertahanan utama India, telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kesepakatan pembelian sistem rudal S-400 tetapi India berpendapat bahwa negosiasi dimulai bertahun-tahun sebelum Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) diberlakukan.

Perjanjian pembelian senjata pertahanan itu ditandatangani pada 2015 dan kesepakatan senilai USD4,5 miliar diselesaikan pada 2018.

AS mencoba menghentikannya dengan menawarkan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan sistem rudal Patriot. Namun, bagi India, tawaran tersebut datang terlambat.

AS menggunakan CAATSA untuk menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi dan pertahanan dengan Rusia, Korea Utara, dan Iran. Washington sebelumnya menggunakan undang-undang itu untuk menjatuhkan sanksi terhadap China dan sekutunya sendiri, Turki, karena membeli sistem rudal S-400 dari Moskow.

AS telah mengatakan pada bulan November lalu bahwa pihaknya belum menentukan apakah akan mengesampingkan sanksi tersebut sehubungan dengan kesepakatan antara India dan Rusia.

Sistem pertahanan udara S-400 dibeli oleh India dalam kesepakatan senilai sekitar 35.000 crore dan lima skuadron akan diberikan ke India untuk mengatasi ancaman udara dalam jarak hingga 400 km.

Sistem pertahanan rudal S-400 dilengkapi dengan empat rudal berbeda yang dapat menyerang pesawat, rudal balistik, dan pesawat AWACS musuh pada jarak 400 km, 250 km, jarak menengah 120 km, dan jarak pendek 40 km.

Perwira dan personel IAF telah dilatih di Rusia tentang operasional sistem tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Berita Terkini
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Infografis
Pakistan Hancurkan Gudang...
Pakistan Hancurkan Gudang Rudal BrahMos Kebanggaan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved