Korban Tewas Tembus 375 Jiwa, Filipina Kerahkan Militer Bantu Korban Topan Rai
Senin, 20 Desember 2021 - 23:45 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Polisi mengatakan, bahwa jumlah korban tewas dari Topan Rai telah meningkat menjadi 375 jiwa. Ini menjadikannya sebagai salah satu topan paling mematikan yang melanda negara itu. Lebih dari 500 orang terluka dan 56 orang dilaporkan hilang.
Lebih dari setengah kematian yang dilaporkan oleh polisi terjadi di wilayah tengah Visayas, rumah bagi tempat menyelam di provinsi Bohol. Lokasi ini adalah satu di antara beberapa tujuan wisata paling populer di negara itu.
Baca: Topan Rai Amuk Filipina, Korban Tewas Capai 109 Orang
Jumlah korban tewas versi polisi jauh melampaui 58 kematian yang dicatat oleh Badan Bencana Nasional Filipina, yang mengatakan masih memeriksa laporan dari daerah yang terkena dampak. Sementara Palang Merah Filipina melaporkan "pembantaian total" di daerah pesisir setelah Topan Rai meninggalkan rumah, rumah sakit, dan sekolah "tercabik-cabik".
Lebih dari 300.000 orang dilaporkan meninggalkan rumah dan resor tepi pantai mereka saat Topan Rai menghantam negara itu pada hari pertengahan pekan lalu. "Situasi kami sangat putus asa. Warga sangat membutuhkan air minum dan makanan," kata Ferry Asuncion, seorang pedagang kaki lima di kota tepi laut Surigao yang dilanda badai.
Lebih dari setengah kematian yang dilaporkan oleh polisi terjadi di wilayah tengah Visayas, rumah bagi tempat menyelam di provinsi Bohol. Lokasi ini adalah satu di antara beberapa tujuan wisata paling populer di negara itu.
Baca: Topan Rai Amuk Filipina, Korban Tewas Capai 109 Orang
Jumlah korban tewas versi polisi jauh melampaui 58 kematian yang dicatat oleh Badan Bencana Nasional Filipina, yang mengatakan masih memeriksa laporan dari daerah yang terkena dampak. Sementara Palang Merah Filipina melaporkan "pembantaian total" di daerah pesisir setelah Topan Rai meninggalkan rumah, rumah sakit, dan sekolah "tercabik-cabik".
Lebih dari 300.000 orang dilaporkan meninggalkan rumah dan resor tepi pantai mereka saat Topan Rai menghantam negara itu pada hari pertengahan pekan lalu. "Situasi kami sangat putus asa. Warga sangat membutuhkan air minum dan makanan," kata Ferry Asuncion, seorang pedagang kaki lima di kota tepi laut Surigao yang dilanda badai.
Lihat Juga :