Delegasi BKSAP DPR RI Dorong Peran Parlemen Lawan Korupsi
Senin, 20 Desember 2021 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
“Kami mengharapkan kemitraan yang lebih kuat dan strategis antara GOPAC dengan negara anggota, mitra internasional dan lembaga pembangunan untuk memperkuat peran dan kapasitas parlemen dalam bidang ini,” lanjut Fadli Zon.
Pada hari terakhir, Jumat (17/12/2021), GOPAC menyelenggarakan sesi paralel khusus dalam konferensi, yakni Forum Anggota Parlemen ke-9/The 9th Forum of Parliamentarians dengan tema memperkuat integritas.
Sebagai panelis, Dr Fadli Zon yang juga merupakan Ketua jaringan regional GOPAC di Asia Tenggara (SEAPAC) memaparkan pentingnya keterbukaan parlemen dan partisipasi publik dalam pencegahan korupsi dan peningkatan transparansi lembaga legislatif.
“Reformasi keterbukaan di parlemen sangat penting untuk membangun akuntabilitas dan kepercayaan publik, mempromosikan inklusivitas, serta memberikan akses dan kolaborasi dengan elemen masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan,” tutur dia dalam pidatonya.
DPR RI merupakan parlemen pertama di Kawasan Asia Tenggara yang mendeklarasikan komitmen keterbukaan melalui inisiatif Open Parliament Indonesia.
Fadli Zon menjelaskan saat ini DPR RI telah memiliki Rencana Aksi Nasional 2022-2026 untuk keterbukaan parlemen yang disusun bersama dengan mitra masyarakat sipil, berisi enam komitmen utama, antara lain peningkatan partisipasi publik dalam proses legislasi melalui platform SILEG, akses terhadap informasi digital parlemen melalui open data, penguatan sistem informasi bagi anggota dewan, penyelenggaraan dialog kebijakan melalui forum multi-pihak, serta inovasi teknologi di parlemen untuk menunjang keterbukaan.
Bertindak sebagai moderator dalam sesi panel tersebut, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Dr Mardani Ali Sera juga menyampaikan harapannya untuk kolaborasi yang semakin kuat antar parlemen dan pemangku kepentingan terkait dalam mendorong keterbukaan badan legislatif, serta pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Pada hari terakhir, Jumat (17/12/2021), GOPAC menyelenggarakan sesi paralel khusus dalam konferensi, yakni Forum Anggota Parlemen ke-9/The 9th Forum of Parliamentarians dengan tema memperkuat integritas.
Sebagai panelis, Dr Fadli Zon yang juga merupakan Ketua jaringan regional GOPAC di Asia Tenggara (SEAPAC) memaparkan pentingnya keterbukaan parlemen dan partisipasi publik dalam pencegahan korupsi dan peningkatan transparansi lembaga legislatif.
“Reformasi keterbukaan di parlemen sangat penting untuk membangun akuntabilitas dan kepercayaan publik, mempromosikan inklusivitas, serta memberikan akses dan kolaborasi dengan elemen masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan,” tutur dia dalam pidatonya.
DPR RI merupakan parlemen pertama di Kawasan Asia Tenggara yang mendeklarasikan komitmen keterbukaan melalui inisiatif Open Parliament Indonesia.
Fadli Zon menjelaskan saat ini DPR RI telah memiliki Rencana Aksi Nasional 2022-2026 untuk keterbukaan parlemen yang disusun bersama dengan mitra masyarakat sipil, berisi enam komitmen utama, antara lain peningkatan partisipasi publik dalam proses legislasi melalui platform SILEG, akses terhadap informasi digital parlemen melalui open data, penguatan sistem informasi bagi anggota dewan, penyelenggaraan dialog kebijakan melalui forum multi-pihak, serta inovasi teknologi di parlemen untuk menunjang keterbukaan.
Bertindak sebagai moderator dalam sesi panel tersebut, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Dr Mardani Ali Sera juga menyampaikan harapannya untuk kolaborasi yang semakin kuat antar parlemen dan pemangku kepentingan terkait dalam mendorong keterbukaan badan legislatif, serta pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Lihat Juga :