AS Diprediksi Bakal Perang Saudara dan Kacau setelah Pemilu 2024

Senin, 20 Desember 2021 - 13:33 WIB
loading...
A A A
Ketiga pensiunan jenderal tersebut menyatakan penghinaan terhadap militer AS hanya mungkin terjadi jika Partai Republik mengeklaim kemenangan dalam pemilihan presiden berikutnya. Mereka terkesan mengesampingkan kemungkinan bahwa Presiden AS Joe Biden tidak akan dipilih kembali.

"Skenario kiamat", seperti yang ditetapkan ketiga pensiunan jenderal, akan melihat panglima tertinggi yang bersaing—Biden yang baru terpilih kembali memberikan perintah—versus Trump (atau tokoh Trumpian lainnya) mengeluarkan perintah sebagai kepala pemerintahan bayangan.

Dalam pemilihan presiden yang diperebutkan, dengan loyalitas terpecah, beberapa mungkin mengikuti perintah dari panglima tertinggi yang sah, sementara yang lain mungkin mengikuti pecundang Trumpian.

Ketiga pensiunan jenderal juga menyatakan bahwa politisi anti-Biden di tingkat negara bagian dan federal mungkin ingin menutup barisan di belakang kandidat yang kalah dalam upaya untuk mengangkat mereka sebagai presiden.

"Kekacauan yang dihasilkan dapat membuka jalan bagi perang saudara yang akan merusak keamanan AS dan dapat dimanfaatkan oleh musuh Amerika untuk melakukan serangan habis-habisan terhadap aset AS atau sekutunya," tulis ketiga pensiunan jenderal dalam opini mereka, yang dikutip Russia Today, Senin (20/12/2021).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Trump Murka Google Didenda...
Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!
Rekomendasi
Golfphoria 2026: Turnamen...
Golfphoria 2026: Turnamen Golf Rasa Festival di Bali International Golf, Makin Meriah dan Siap Cetak Rekor Dunia
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
HUT ke-15, AMG Komitmen...
HUT ke-15, AMG Komitmen Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern di Indonesia
Berita Terkini
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved