Rusia Siap Mengancam Balik Jika Tuntutannya Ditolak AS dan NATO

Minggu, 19 Desember 2021 - 12:46 WIB
loading...
Rusia Siap Mengancam...
Rusia siap mengancam balik jika tuntutannya ditolak AS dan NATO. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Rusia dipaksa untuk mengambil langkah-langkah untuk menciptakan sistem ancaman balasan jika Amerika Serikat (AS) dan NATO menolak proposal keamanan yang diajukan. Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko.

“Kami telah menjelaskan bahwa kami siap untuk membahas cara-cara untuk mengubah skenario militer atau skenario teknis militer ke dalam proses politik yang benar-benar akan memperkuat keamanan militer semua negara di dalam OSCE, ruang Euroatlantik, dan Eurasia," ujarnya.

"Dan jika ini tidak berhasil, kami telah menjelaskan kepada [NATO] bahwa kami akan beralih ke mode menciptakan ancaman balasan. Tetapi kemudian akan terlambat untuk bertanya mengapa kami membuat keputusan seperti itu, mengapa kami menerapkan sistem seperti itu," kata diplomat Rusia itu seperti dilansir dari Sputnik, Minggu (19/12/2021).

Grushko menekankan bahwa proposal Rusia ditujukan untuk mundur dari jurang berbahaya saat ini dalam hubungan antara Rusia dan AS, serta untuk bergerak ke arah dialog.

Baca juga: Terkait Tuntutan Rusia, Kiev: Ukraina-NATO Bebas Tentukan Pilihan

"Saat kebenaran ada pada kita. Memang, kita telah mencapai garis berbahaya. Dan proposal kita ditujukan tepat untuk menjauh dari garis berbahaya ini dan menuju semacam dialog normal, di garis depan yang akan menjadi kepentingan keamanan," dia berkata.

Diplomat itu menekankan bahwa Rusia telah mencapai titik dalam hubungan dengan NATO di mana tidak mungkin lagi untuk "menyingkirkan" atau "membicarakan" masalah keamanan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
AS Klaim Perjanjian...
AS Klaim Perjanjian Damai dengan Iran Diteken Hari Ini, Teheran: Tak  Akan Terjadi!
Rekomendasi
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved