Momen Langka, Mantan Raja Spanyol Juan Carlos Muncul Depan Publik
Minggu, 19 Desember 2021 - 08:48 WIB
loading...
Mantan raja Spanyol Juan Carlos I terlihat di sebuah turnamen tenis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Foto/France24
A
A
A
ABU DHABI - Mantan raja Spanyol Juan Carlos I terlihat di sebuah turnamen tenis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Sabtu. Kemunculannya ke depan publik terjadi beberapa hari setelah jaksa Swiss menutup kasus korupsi USD100 juta atau sekitar Rp1,4 miliar terhadapnya karena kurangnya bukti.
Juan Carlos terlihat oleh seorang fotografer AFP pada pertandingan yang menampilkan Rafael Nadal dari Spanyol di ajang eksibisi Mubadala. Ini adalah sebuah penampilan publik yang langka sejak ia pergi ke pengasingan di UEA pada Agustus 2020 menyusul tuduhan korupsi seperti dilansir dari France24, Minggu (19/12/2021).
Pada hari Senin, jaksa Swiss mengatakan mereka telah menutup kasus terhadap Juan Carlos atas kecurigaan dia menerima suap USD100 juta untuk memfasilitasi kontrak kereta api berkecepatan tinggi di Arab Saudi yang diberikan kepada konsorsium Spanyol.
Baca juga: Nasib Sial Terus Menimpa Mantan Raja Spanyol Juan Carlos yang Tiduri 5.000 Wanita
Setelah tiga tahun penyelidikan, kantor kejaksaan Jenewa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa uang yang ditransfer ke rekening bank Swiss tidak cukup didokumentasikan.
Juan Carlos terlihat oleh seorang fotografer AFP pada pertandingan yang menampilkan Rafael Nadal dari Spanyol di ajang eksibisi Mubadala. Ini adalah sebuah penampilan publik yang langka sejak ia pergi ke pengasingan di UEA pada Agustus 2020 menyusul tuduhan korupsi seperti dilansir dari France24, Minggu (19/12/2021).
Pada hari Senin, jaksa Swiss mengatakan mereka telah menutup kasus terhadap Juan Carlos atas kecurigaan dia menerima suap USD100 juta untuk memfasilitasi kontrak kereta api berkecepatan tinggi di Arab Saudi yang diberikan kepada konsorsium Spanyol.
Baca juga: Nasib Sial Terus Menimpa Mantan Raja Spanyol Juan Carlos yang Tiduri 5.000 Wanita
Setelah tiga tahun penyelidikan, kantor kejaksaan Jenewa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa uang yang ditransfer ke rekening bank Swiss tidak cukup didokumentasikan.
Lihat Juga :