Ngeri, Hacker Prancis Buat 54.000 Paspor Vaksin Palsu
Jum'at, 17 Desember 2021 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
Satu kunci pribadi, seperti yang dipegang oleh perawat di Nantes, dapat digunakan untuk menghasilkan jumlah yang tidak terbatas dari izin kerja vaksin, membuat informasi ini sangat berharga bagi peretas dan penipu, beberapa di antaranya kemudian menjual paspor palsu itu secara online seperti dilansir dari Russia Today, Jumat (17/12/2021).
Mencabut izin palsu memberi pihak berwenang masalah tambahan. Untuk membatalkan pass vaksin palsu, setiap pass yang dihasilkan dari private key yang sama harus dibatalkan, artinya pass baru harus dibuat untuk mereka yang benar-benar berhak mendapatkannya.
Kisah dari Nantes adalah yang terbaru dari serangkaian insiden serupa di Prancis. Sebelumnya seorang apoteker di Angers mengatakan pada bulan September bahwa kunci pribadinya diretas dan digunakan untuk membuat 2.700 pass palsu, yang dia temukan ketika dia melihat jumlah permintaan yang luar biasa tinggi di komputer apotek untuk mengotentikasi pass baru.
Di pinggiran kota Paris bulan lalu, seorang dokter ditangkap setelah diduga menjual setidaknya 220 paspor palsu dengan harga masing-masing USD1.132 atau sekitar Rp16 juta.
Baca juga: Ribuan Orang Penuhi Jalanan Montreal, Tolak Penerapan Paspor Vaksin
Mencabut izin palsu memberi pihak berwenang masalah tambahan. Untuk membatalkan pass vaksin palsu, setiap pass yang dihasilkan dari private key yang sama harus dibatalkan, artinya pass baru harus dibuat untuk mereka yang benar-benar berhak mendapatkannya.
Kisah dari Nantes adalah yang terbaru dari serangkaian insiden serupa di Prancis. Sebelumnya seorang apoteker di Angers mengatakan pada bulan September bahwa kunci pribadinya diretas dan digunakan untuk membuat 2.700 pass palsu, yang dia temukan ketika dia melihat jumlah permintaan yang luar biasa tinggi di komputer apotek untuk mengotentikasi pass baru.
Di pinggiran kota Paris bulan lalu, seorang dokter ditangkap setelah diduga menjual setidaknya 220 paspor palsu dengan harga masing-masing USD1.132 atau sekitar Rp16 juta.
Baca juga: Ribuan Orang Penuhi Jalanan Montreal, Tolak Penerapan Paspor Vaksin
Lihat Juga :