AS Rilis Ribuan Dokumen Rahasia Pembunuhan John F. Kennedy

Kamis, 16 Desember 2021 - 04:37 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 1992, Kongres mengesahkan Undang-Undang Pengumpulan Catatan Pembunuhan John F. Kennedy , yang mewajibkan semua dokumen yang sebelumnya ditahan tentang pembunuhan itu untuk dirilis pada tahun 2017. Mantan Presiden Donald Trump mengizinkan perilisan beberapa dokumen tetapi menunda pengungkapan lainnya atas permintaan FBI dan CIA, yang mengatakan perilisannya dapat membahayakan keamanan nasional.

Baca juga: Trump Rilis Ribuan Dokumen Pembunuhan Kennedy

Pada bulan Oktober, badan-badan federal meminta Presiden Biden untuk mendorong kembali perilisan dokumen-dokumen tertentu yang tetap tersembunyi dari pandangan publik. Biden setuju, mengeluarkan perintah eksekutif yang menunda rilis sekitar 14.000 catatan hingga 15 Desember 2022. Namun, dia menginstruksikan Arsip Nasional untuk mengungkapkan informasi apa pun yang saat ini ditahan dari pengungkapan publik yang belum diusulkan oleh lembaga untuk penundaan lanjutan pada 15 Desember 2021, mendorong dokumen-dokumen ini dirilis pada Rabu.

Perintah eksekutif Biden mengatakan penundaan lanjutan itu diperlukan untuk melindungi dari bahaya yang dapat diidentifikasi pada pertahanan militer, operasi intelijen, penegakan hukum, atau perilaku hubungan luar negeri.

Baca juga: Biden Tunda Rilis Dokumen Rahasia Pembunuhan Presiden John F Kennedy

John F. Kennedy berusia 46 tahun dan menjalani masa jabatan pertamanya sebagai presiden ketika dia terbunuh oleh peluruyang ditembakkan oleh Lee Harvey Oswalddi Dallas pada 22 November 1963. Sebuah komisi yang diawasi oleh Hakim Agung Earl Warren melakukan penyelidikan selama 10 bulan dan menyimpulkan bahwa Lee Harvey Oswald bertindak sendirian, menembak mati Kennedy dari Texas School Book Depository saat iring-iringan mobil kepresidenannya lewat.

Oswald dibawa ke tahanan polisi dan dirinya sendiri ditembakserta dibunuh dua hari kemudian oleh Jack Ruby, pemilik klub malam setempat. Komisi Warren juga menyimpulkan bahwa Ruby bertindak sendiri, tetapi pembunuhan Oswald, dan waktu yang dihabiskannya tinggal di Uni Soviet, memicu teori konspirasi yang merajalela dan keraguan tentang kesimpulan Komisi Warren selama bertahun-tahun.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved