Iran Dituduh Bangun Militer di Bagian Barat untuk Serang Israel

Sabtu, 11 Desember 2021 - 06:51 WIB
loading...
A A A
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov memperingatkan pada Kamis bahwa setiap latihan bersama AS-Israel melawan Iran mengancam mengacaukan situasi di "wilayah ledakan" dan "tidak diperlukan."

Diplomat Rusia itu menekankan, “Saat ini penting untuk menahan diri dan fokus untuk memfasilitasi proses negosiasi.”

Teheran menyalahkan sikap keras kepala AS atas kegagalan pembicaraan nuklir Wina pekan lalu, dengan putaran negosiasi lain diadakan Kamis dan berakhir setelah sekitar satu jam.

Washington secara sepihak menarik diri dari JCPOA pada 2018 dan mengaktifkan kembali sanksi keras terhadap sektor energi dan perbankan Iran.

Teheran ingin sanksi ini dihapus sebelum kembali ke komitmennya berdasarkan perjanjian. Gedung Putih ingin Iran terlebih dahulu mengurangi kegiatan pengayaan dan penimbunan uraniumnya.

Perselisihan tentang pihak mana yang harus menjadi yang pertama membuat konsesi dengan niat baik telah menyebabkan jalan buntu dalam negosiasi, merusak harapan bahwa Presiden Joe Biden akan segera mencabut kebijakan Donald Trump terkait Iran dan kembali ke JCPOA segera setelah menjabat pada Januari.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 2: Hancurnya Rumah Tangga Mila, Jaka Terpojok!
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved