Tahun Depan, Rusia-ASEAN Bakal Adopsi Strategi Terbaru Perangi Terorisme

Rabu, 08 Desember 2021 - 15:30 WIB
loading...
Tahun Depan, Rusia-ASEAN...
Tahun depan, Rusia-ASEAN bakal adopsi strategi terbaru perangi terorisme. Foto/Ilustrasi
A A A
BANGKOK - Rusia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bermaksud untuk mengadopsi strategi terbaru dalam memerangi terorisme tahun depan. Hal ini diungkapkan Perwakilan Tetap Rusia untuk ASEAN Alexander Ivanov kepada wartawan.

"Kami bekerja sama dengan asosiasi (ASEAN) untuk memperbarui rencana kerja untuk melawan kejahatan transnasional dan memerangi terorisme," katanya

"Kami berharap untuk mengadopsinya tahun depan," imbuhnya seperti dilansir dari kantor berita Rusia, TASS, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Kru Kapal Perang Panteleyev Ziarah ke Makam Pelaut Rusia di Pulau Weh

Ivanov juga menunjuk peluncuran konsultasi masalah keamanan yang melibatkan pakar tingkat tinggi dari negara-negara ASEAN dan Rusia. Putaran pertama konsultasi berlangsung tahun ini.

“Kementerian Dalam Negeri Rusia dan Dinas Keamanan Federal mengatur kursus pelatihan untuk spesialis ASEAN setiap musim gugur,” kata utusan Rusia itu.

"Tahun ini, mereka secara khusus memperhatikan perjuangan bersama melawan perdagangan narkoba, di mana para pemimpin Rusia dan ASEAN mengadopsi sebuah pernyataan pada 28 Oktober," jelas Ivanov.

“Kerja sama berlangsung setelah peluncuran inisiatif Rusia tentang konsultasi dan dialog antara para ahli dari Rusia dan negara-negara ASEAN tentang penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang aman,” ujarnya.

Baca juga: Kapal Perang Rusia dan AL ASEAN Manuver Bersama di Indonesia

"Kami sudah mengadakan dialog putaran pertama ini," ia menambahkan.

"Kerja sama kami telah berkembang dengan kecepatan yang cukup cepat dan karena suatu alasan, karena negara-negara ASEAN memandang Rusia sebagai mitra konstruktif yang tidak memiliki agenda ganda atau standar ganda, tidak seperti apa yang mereka lihat dalam hubungan mereka dengan negara-negara Barat," utusan Rusia itu menekankan.

"Kerja sama dengan sepuluh negara anggota sedang berlangsung di banyak bidang, mulai dari politik, keamanan, ekonomi, perdagangan, dan pertanian hingga kontak kemanusiaan," pungkasnya.

Baca juga: Gelar Latihan Bersama ASEAN, Kapal Perang Rusia Akan Sambangi Indonesia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Berita Terkini
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved